Sambil berjongkok, aku raup tanah Amerika ini, aku patut-patut di telapak tangan, tanahnya abu-abu kering, rengkah, dan ringan. Berbeda dengan tanah negeriku yang hitam basah, padat, kaya humus. Aku hamburkan tanah ini ke udara. Aku petik daun maple. Aku hirup udara awal musim gugur ini dengan haus. Ini benar-benar riil. Aku di Amerika!
Sulit aku bayangkan sebelumnya. Dalam hanya beberapa hari, aku dan si Hitam telah merasakan tiga tanah berbeda. Tanah tumpah darahku, tanah Timur Tengah tempat para nabi lahir, dan tanah benua Amerika.
Kutipan dari Novel “Ranah 3 Warna” karya Ahmad Fuadi. Bagian ini bikin aku merinding bacanya…
http://www.amikom.ac.id
Waw,
bukan hanya kutipan itu. secara umum kedua Novel kang Fuadi memang buat jiwa ini merindin. salam kenal, bro! sesama pengagum Fuadi, nih!
Sip! Apalagi mbaca endingnya R3W, agak misterius tapi tetep kaya hikmah
Salam kenal juga, bro
waaahhh…saya lum baca…*kagak.ada.yang.minjemin.com*
hehehe…
jadi semakin pengen baca niiih….ThanksALot yaaa…..
Ya di perpustakaan kan bisa minjem. Jangan lupa jadi membernya dulu
Aku sering kok pinjem buku di Perpustakaan Kota Jogja.