Timnas Iraq, kemenangan di tengah keterpurukan

Standar

Iraq akhirnya berhasil menjuarai Piala Asia 2007 dalam laga final tadi malam di Stadion Umum Gelora Bung Karno (SUGBK) setelah mengalahkan Arab Saudi dengan skor tipis 1-0. kedua tim sama2 tangguh dalam pertandingan final ini. gol semata wayang dicetak oleh pemain Iraq Younis Mahmoud Khalaf pada menit ke 71. gol ini merupakan golnya yang keempatnya dalam gelaran piala asia 2007 ini, ia menjadi top scorer piala asia 2007, sejajar dengan Yasser Al Qahtani dari Arab Saudi dan Naohiro Takahara dari Jepang.

Kemenangan Iraq sebelumnya tidak diduga sejak awal kompetisi piala asia 2007 ini. mengingat kondisi negeri Iraq yang masih terpuruk, kacau, konflik perang saudara, dan segala kekacauan lain akibat serangan amerika. bahkan stadion untuk berlatih timnas tidak punya karena hancur akibat perang dengan amerika. sehingga mereka harus hijrah ke Jordania untuk dapat latihan dengan baik.

Kemenangan ini merupakan hiburan bagi seluruh rakyat Iraq. perlu diketahui, rakyat Iraq sangat bersuka cita menyambut kemenangan ini. kelompok2 yang sedang bertikai berpesta bersama dalam euforia kemenangan timnas mereka. padahal sebelumnya mereka sedang dalam konflik perang saudara. hmm… bagus juga ya…

Semoga dengan kemenangan ini Rakyat Iraq lebih sadar dengan persatuan sehingga dapat segera bangkit dari keterpurukan. Berikut ini liku2 yang dilalui timnas Iraq dalam helatan piala asia 2007 ini (yang saya kutip dari harian Jawa Pos hari ini):

1. Awal pembentukan tim, sebagian pemain saling bermusuhan karena berasal dari golongan berbeda (Sunni dan Syiah).
2. Tidak punya tempat latihan karena infrastruktur banyak yang hancur karena perang (Invasi AS ke Iraq).
3. Anggota skuad timnas tak pernah berhenti mendapat teror penculikan hingga pembunuhan dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
4. Karena di dalam negeri tidak punya lapangan dan terus diteror, Timnas Iraq akhirnya mengungsi ke Iraq Utara lalu ke Jordania.
5. Hanya enam pemain yang bergabung saat pemusatan latihan di Jordania. Mayoritas pemain dilarang oleh klubnya.
6. Perlengkapan tim yang dibawa ke Piala Asia adalah perlengkapan lama (tidak ada yang baru), termasuk kostum seadanya.
7. Skuad Iraq juga sangat tidak cocok dengan masakan Asia. Karena tidak membawa koki khusus, ofisial harus keluyuran mencari tempat makan yang menyediakan makanan khas Arab.
8. Saat mendarat di Bangkok, Younis Mahmoud dkk tertahan selama delapan jam di kantor imigrasi Thailand karena harus menjalani pemeriksaan ketat. Padahal timnas baru saja menjalani penerbangan seharian penuh.
9. Ketika melakoni semifinal melawan Korsel di Kuala Lumpur, Timnas Iraq keleleran berjam-jam karena kamar hotel yang mereka tempati ternyata masih dihuni skuad Iran.
10. Lolos ke semifinal dan final, bonus dari pemerintah masih gelap. Uang saku pemain juga pas-pasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s