Masih trauma gempa

Standar

Wah, baru sempat nulis hari ini. Ya, gempa kemarin malam memang cukup mengagetkan. Pusat gempa berada di Indramayu, Jawa Barat. Kekuatan 7 skala richter dengan kedalaman 286 km. Waktu gempa kemarin mungkin banyak orang yang sudah terlelap tidur. Banyak juga cerita setelah gempa tersebut.

Kalau saya kemarin waktu gempa sedang duduk di kursi di depan komputer sambil dengerin lagu dari MP4. Tiba2 saya merasakan kaki-paha saya bergetar. Saya pikir ini biasa karena saya sering mengalami bila otot kaki kurang rileks. Tapi yang ini beda, getaran kok terasa makin kuat. Terus saya lihat plastik di ventilasi bergetar-getar. Saya lalu sadar kalau itu gempa, apalagi adik saya berlari dari ruang makan sambil bilang “gempa.. gempa!”. Pas buka kunci pintu rumah terasa sulit sekali, mungkin karena panik ya. Setelah terbuka, adik saya bergegas buka pintu gerbang tapi sekali lagi juga kesulitan. Akhirnya dia lompat pagar.

Setelah gempa reda, kami baru sadar kalau adik saya tadi melompati pagar lumayan tinggi. Dan kalaupun disuruh untuk mengulangi, mungkin ia tidak bisa melakukannya lagi. Yah, begitulah. Rupanya kami masih trauma dengan gempa setahun lalu. Tapi saya ambil kesimpulan bahwa ternyata pada saat orang panik, hal-hal yang sebelumnya tidak dapat dilakukan pun dapat terjadi. Saking khusyuknya panik, kita kadang tidak sadar dengan apa yang kita lakukan, pokoknya diri kita selamat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s