Sehari di pesantren

Standar

Hari rabu kemarin aku mengikuti acara pesantren ramadhan di suatu pesantren di jogja. Namanya Pondok Pesantren Sinar Melati pimpinan Bapak H. Budi Pardjiman. Pesantren ramadhan ini berlangsung satu hari. Ya, ini kegiatan rutin sekolahku, SMKN 3 jogja, setiap Bulan Ramadhan. Tidak seperti pesantren ramadhan- pesantren ramadhan yang kuikuti sebelumnya, di sekolah. Yang ini, pesantren ramadhan di sana dikhususkan untuk untuk anak-anak kelas 3 saja. Kami berbaur dengan anak-anak di pesantren tersebut.

Sebelumnya, menurutku bakal membosankan di sana. Awalnya aku malas mengikuti kegiatan pesantren kilat ini. Tapi berhubung ini acara wajib sekolahku, ya mau tidak mau aku harus ikut. Beratnya (dan sangat berat… aku belum ikhlas), aku harus membatalkan mengikuti workshop dari detikInet di jogja, pematerinya Pak Onno W. Purbo, Excelcomindo (XL), dan lain-lain. Padahal aku sudah daftar (2x lagi!), tapi akhirnya ya harus kubatalkan (wah, kecewa buanget!). Apalagi reportnya seperti ini.

Di pesantrenitu aku jadi tahu kegiatan anak-anak pesantren, ilmu-ilmu di pesantren, bagaimana orang-orang pesantren itu, dan beberapa hal lainnya. Beberapa hal yang biasanya kuabaikan agak “tersentuh” di sana. Tapi menurutku tetap biasa-biasa saja karena materi-materi seperti itu aku rasanya sudah banyak yang kuketahui di SD-SMP dulu (atau mungkin ada hal lain yang belum tersingkap? aku tidak tahu…).
Ada capeknya, ada senangnya. Tapi aku tuh masih berat (sampai sekarang) karena harus batal mengikuti acara workshop detikInet itu. Padahal aku pengin banget ikut workshop itu (jarang banget, apalagi ramadhan!). Kapan lagi ya ada workshop-workshop IT semacam itu? Katanya sih masih banyak… Semoga kalau besok ada workshop-workshop IT lagi aku tidak terhalangi oleh kegiatan-kegiatan lain. Hmm…..

2 thoughts on “Sehari di pesantren

  1. Gatot Widayanto

    Suatu hari ANda akan menemukan bahwa kehadiran di pesantren sehari tersebut merupakan tonggak penting dalam hidup Anda … Allah Maha Tahu …

    Wass,
    Gatot

    “iya mas, mungkin menurut mas begitu. Tapi buat saya sekarang, hal itu kurang begitu penting. Yang saya rasakan sampai sekarang kecewa karena saya harus mengikutinya. Karena hal-hal di sana sudah sering saya dapatkan di SD-SMP muhammadiyah dulu, bahkan mungkin bisa dibilang lebih. Yang saya kecewakan adalah kok saya kurang berontak untuk kegiatan itu. Niat saya cuma ingin belajar IT dan salah satunya dengan cara itu. Saya lagi pengin2nya belajar IT (masih belajar nih…). Dan buat saya sebenarnya acara ini lebih penting dari acara apapun. Cuma sayang, saya harus nurutin acara sekolah. Dan belajar itu harus terhambat oleh kegiatan tersebut. Sayang…”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s