Menghapus jejaknya

Standar
Jadi pengin senyum-senyum sendiri kalau aku inget ini. Kali ini aku mau ngomongin soal cewek. Gimana ya, rasanya udah beberapa kali aku naksir yang namanya cewek (cah nom dab… cah nom…), tapi yang ini agak aneh. Rasanya kok aku jadi males inget dia lagi. Yah, setengahnya agak ilfil gitu lah. Beberapa waktu lalu aku kenal dia. Terus kita ngobrol-ngobrol gitu lah, chat, dsb. Dan kita sudah beberapa kali ketemu. Lumayan manis sih sebenarnya anak itu, makanya aku jadi naksir. Belum lama ini aku ketemu dengan dia lagi. Dari situ aku jadi tambah tahu tentang dia, terutama soal attitude alias sikapnya. Ya karena attitudenya itu aku jadi males naksir dia lagi.
Aku sebenarnya nggak mau ngrasani orang di “tempat umum” macam blog seperti ini. Dia itu anaknya emang manis, gampang bergaul, enak diajak ngomong. Cuma sayangnya yang bikin aku “menjauh” itu ya karena attitudenya itu tadi. Sebenarnya sepele aja attitude yang aku bicarakan itu misalnya, dia kalau ketawa agak keras-lepas gitu. So, kesannya kayak anak urakan kan? Ingat, dia cewek lho, apalagi berkerudung-kan kesannya kurang pas dengan penampilannya. Terus juga pergaulannya, dia memang mudah bergaul, tapi kok kelihatannya terlalu mudah bergaul apalagi dengan lawan jenis. Sampai-sampai lawan jenis tersebut tidak terlalu segan berdekat-dekat atau bersinggungan. Kalau lawan jenis saja tidak segan untuk berdekat-dekat dengannya berarti kan bisa dilihat bagaimana dia memposisikan diri di lingkungan lawan jenis. Itu saja baru di lingkungan kecil, nah kalau dia ada di lingkungan teman-teman mainnya (pikiren dewe…). Ada lagi, hal-hal yang sempat terlontar darinya (dan aku lihat sendiri) yang buat aku mengernyitkan dahi (dan hati). Oh no, remember, you are a girl! (kecewa mode:on)
Aku tidak bermaksud menyindir siapapun, tapi cuma menuangkan pikiran aja. Buatku, yang namanya cewek itu apalagi berkerudung (walau cuma seragam sekolah) mestinya bisa menyesuaikan sikap. Kerudung, jangan dipandang sebatas penampilan tapi makna kerudung sendiri itu seharusnya membuat pemakainya lebih terjaga dan menjaga diri. So, aku jadi nggak begitu naksir dia lagi. Bersyukur aja, aku sudah tahu siapa dia dari awal. Coba kalau aku tahunya baru besok-besok, kalau aku beneran naksir dia terus nekat nembak dan jadian-dan aku baru tahu sikapnya kayak gitu, bayangin aja. Aku percaya, nobody’s perfect. But, bukan aku yang perfeksionis, tapi aku nggak mau main-main untuk masalah ini, because I think this is an important thing for me. Yah, emangnya cewek di dunia ini cuma kamu?! I believe, I can get someone better than you! (optimist mode:on)
“Terus melangkah…melupakanmuLelah hati perhatikan sikapmu… Jalan pikiranmu buatku ragu, tak mungkin ini terus bertahan…***

Engkau bukanlah segalaku, bukan tempat tuk hentikan langkahku… Usai sudah semua berlalu… Biar hujan menghapus jejakmu….”

One thought on “Menghapus jejaknya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s