Ujian Nasional 2008

Standar

Akhirnya The Big Barrier itu telah kulewati dengan segala usaha dan upaya. Tinggal menanti sampai tujuan nanti, apakah sesuai harapan atau tidak. The Big Barrier yang kumaksud di sini adalah Ujian Nasional (Unas) SMK tahun ajaran 2007/2008. Tadi pagi jam 10.00 aku sudah resmi menyelesaikan unas tersebut. Meskipun aku tidak suka atau lebih tepatnya tidak setuju terhadap unas, aku tetap harus menyelesaikannya. It’s my responsibility too, I think.

Banyak hal yang terjadi di sekitar unas ini. Baik hal kecil maupun hal besar. Mulai dari persiapan-persiapan untuk unas, saat-saat mengerjakan unas, sampai ada temenku yang nangis setelah unas matematika karena merasa tidak bisa mengerjakan (mestinya cewek lah, masa cowok STM nangis?!).

Selasa, 22 April 2008 – Bahasa Indonesia
Hari pertama unas, kuawali dengan tahajud lalu shalat shubuh, sedikit nyocot dengan beberapa temen SMP lewat SMS, dan sedikit mengulang materi yang kira-kira keluar waktu unas. Kemudian siap-siap, lain-lain, dan berangkat. Berangkat naik sepeda karena memang dari rumah ke sekolah tidak jauh (SD di Surabaya dulu malah 5 kali lipatnya ada), jalanan rasanya sepi karena banyak anak-anak sekolah yang libur. Sampai sekolah kira-kira 15 menit sebelum unas dimulai.
Akhirnya bel berbunyi, unas dimulai. Berdo’a, terima LJK, terima soal. Atmosfer saat mengerjakan unas rasanya beda banget sama waktu latihan-latihan (lha yo mestine lah…). Jawaban-jawaban yang aku pilih rasanya kurang yakin kalau itu jawaban yang benar. Mungkin karena beda atmosfer itu tadi. Waktu latihan rasanya yakin sekali kalau jawaban yang aku pilih itu banyak benarnya, tapi di unas ini benar-benar beda. Memang ada jawaban yang kupilih itu rasanya sudah pasti benar. Tapi aku positif thinking aja, yang penting hasil karya sendiri, dan aku yakinkan bahwa nilainya nggak bakal terlalu buruk. Lha bahasanya sendiri masa nilainya buruk?!
* Target nilai: 7 – 9. Perkiraan nilai: 7 – 9 juga.

Rabu, 23 April 2008 – Matematika
Ini yang seru. Bukan karena phobia atau apa, tapi terus terang aku sempat ilfeel sama pelajaran yang satu ini selama di STM. Seringkali nilai matematikaku jelek. Okelah, aku nggak pinter matematika. Tapi di pelajaran lain kan nggak buruk, terutama pelajaran-pelajaran produktif yang aku suka. Bukannya mengesampingkan, tapi memang sudah hukumnya begitu. Bagus di suatu hal, belum tentu bagus pula di hal lainnya.
Tidak jauh berbeda dengan hari pertama, berangkat santai tapi sampai di sekolah pas bel bunyi, ngepress. Sempat ada insiden kecil, setelah dapat LJK, aku isi nama, nomor ujian, dsb. Mungkin saking semangatnya mengisi, LJK (yang dibawahnya pakai alas triplek whiteboard) itu sempat sedikit cacat. Rupanya LJK-nya tertekan di sudut antara alas dan meja yang mungkin hanya sekitar 3 mm. Akhirnya LJK-ku nggak datar lagi, ada bentuk guratan panjang melintang dari atas ke bawah. Akhirnya ya minta LJK baru lagi, diisi lagi, dan ketinggalan sedikit waktu mengerjakan.
Waktu mengerjakan, aku menemui kesulitan. Materi-materi yang banyak aku pelajari dan bisa kukerjakan waktu latihan, ketika unas tidak banyak kutemui. Soal tahun ini ada 40 butir, lebih banyak sepuluh butir dari tahun lalu dengan paket soal yang sama. Dan tingkat kesulitannya membuat lebih “mikir” sehingga dengan waktu yang cuma 2 jam, buat aku terasa sangat kurang. Hal itu juga dirasakan teman-temanku yang lain. Banyak kok yang mengeluhkan soal matematika ini. Dalam satu jam, lebih dari separuh dari total banyaknya soal belum aku kerjakan. Yaopo rek…
Yang bisa aku kerjakan (dengan menghitung-hiutng dan ketemu) sekitar ya…20an soal, mungkin 22 lah… Lainnya aku jawab secara gambling, tapi bukan asal-asalan. Ada satu nomor yang aku tanya jawabannya ke temanku (itu udah melenceng dari idealismeku) tapi aku yakin itu belum tentu benar, dan satu soal lagi belum sempat aku hitamkan jawabannya (aku ingat, nmr 39) karena LJK sudah keburu diminta pengawas ujian untuk dikumpulkan.
Apa pun hasilnya dari matematika ini, aku pasrahkan ke Allah, aku sudah lakukan yang terbaik yang aku bisa. Mau gimana lagi? Keluar dari ruangan, aku lihat temen sekelasku, cewek, yang aku lihat kayaknya dia nangis. Aku bisa perkirakan dia seperti itu karena dia merasa tidak bisa mengerjakan unas matematika itu. Kasihan sih sebenarnya, tapi ya mau bagaimana lagi. Kalau dia nangis karena kesulitan mengerjakan, maka dia nggak sendirian.
* Target nilai: 6 – 8. Perkiraan nilai: dapat 7 udah bagus banget…

Kamis, 24 April 2008 – Bahasa Inggris
Ini yang paling santai. Salah satu pelajaran yang aku suka walaupun tahunya cuma Inggris pasif, belum yang aktif. Santai bukan berarti meremehkan, takabbur, sombong, atau apalah… Yang lebih pintar Bahasa Inggris dari aku lebih banyak. Berangkat sekolah santai, udara nggak panas, jalanan sepi. Tidak seperti kemarin, udara cerah dan panas juga. Sampai di sekolah sekitar setengah jam sebelum mulai ujian. Waktu mengisi LJK juga santai, nggak tegang seperti 2 hari sebelumnya.
Dan ujian dimulai dengan 15 soal listening selama 20 menitan. Dari soal listening, aku perkirakan salah menjawab tidak lebih dari empat, itu udah terlalu banyak. Latihan-latihan kemarin kebanyakan salah tiga. Lalu soal-soal reading, aku tidak terlalu kesulitan menjawab. Memang butuh ketelitian, tapi semoga yang aku yakini kebenarannya itu tidak salah, amien…
* Target nilai: 7 – 9. Perkiraan nilai: minimal banget 7,00.

Baca juga Jalan menuju unas 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s