Betapa

Standar

Warna musik berbeda (lagi) dari band asal Jogja, Sheila on 7, dalam album baru mereka yang bertitel “Menentukan Arah”. Aku simpulkan hal itu setelah mendengar hits terbarunya yang berjudul “Betapa”. Lagu tersebut menceritakan kisah pahit seseorang yang ditinggal pergi kekasihnya, lalu sang kekasih itu jalan dengan orang lain. Haha…

Ini dia yang menurutku bagus, meskipun menceritakan kisah sedih tapi lagu ini dikemas dalam irama yang santai, sederhana, berbeda dengan lagu-lagu So7 lainnya, dan easy listening khas So7 terasa banget. Dengan lirik yang cukup pendek, kisah dari lagu tersebut, dan irama yang berbeda, menurutku malah membuat lagu ini kesannya lucu. Kisah di lagu itu lho, ditinggal setahun sama kekasihnya yang jalan dengan orang lain, tetapi masih bisa tersenyum palsu di depan teman-temannya, menutupi perasaannya yang hancur. Bisa ya gitu?

Meskipun aku belum punya CD atau kasetnya, aku rasa warna musik berbeda ditampilkan pada album baru So7 ini. Seperti halnya mereka memberikan sentuhan musik berbeda pada album ke-4 (Pejantan Tangguh) dan album ke-5 (507). Para personil mengatakan bahwa album ini dikerjakan mereka berempat sendiri (Eross, Duta, Adam, Brian) ditambah satu orang yang sudah membantu So7 sejak dulu.

Kalau pertama kali dengar lagu ini, di bagian intro, pasti belum menyangka kalau ini musiknya So7. Tapi ketika vokalnya Duta masuk, baru tau, “Lho, ini lagunya So7?”. Intro dengan irama drumnya Brian yang santai, sound bassnya Adam yang terasa, dan permainan gitar Eross, memang terdengar seperti bukan So7 yang biasanya. Tapi tetap easy listening.

Biar jelas, ini liriknya yang aku tangkap:

seminggu setelah kau pergi
teman silih berganti menghiburku
kuberkata semua teratasi
dan terus sembunyi di balik senyum palsu

kudengar dirimu tak sendiri lagi

*reff:
betapa hancurnya
hati dan jiwaku

setahun setelah kau pergi
ku masih sembunyi di balik senyum palsu

*bridge:
tolong bantu aku melewati semua

Hmm… Sehancur itukah rasanya ditinggal? Nggak tau, belum pernah ngerasain sih. Haha… Jangan sampe deh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s