Binary Runtime Environment for Wireless

Standar

Beberapa waktu lalu aku mengikuti seminar di Fakultas Teknik Elektro UGM. Seminar yang sebagian besar mahasiswa ada yang dari fakultas teknik elektro, nuklir, informatika, dsb. Aku fakultas apa? Hahaha… Lulus STM aja baru hari kemarin. Tapi aku cukup nyambung dengan materi yang disampaikan. Pemateri dari Mobile-8 (operator pendukung BREW), Qualcomm (salah satu vendor developer chipset BREW), dan Jatis Mobile (developer aplikasi mobile).

Materi yang dibahas (dan tema utama) adalah masalah BREW application. Apa itu BREW? BREW (Binary Runtime Environment for Wireless) adalah platform yang memungkinkan pengembangan dan penggunaan aplikasi media mobile yang sangat luas, mulai dari informasi/ berita berbasis teks, full-track music, ringtones, sampai video dan game.

Bicara soal platform runtime-environment, jadi ingat dengan salah salah satu  platform aplikasi berlogo sketsa cangkir kopi (ada asapnya juga…), JAVA. Apa bedanya BREW dengan JAVA? Sama-sama platform aplikasi, tapi BREW lebih berbasis pada jaringan CDMA (Code Division Multiple Access). Singkatnya, BREW merupakan platform development aplikasi untuk perangkat-perangkat atau handsets mobile.

Sekilas pemrograman pada BREW,
Language: C
IDE: Visual Studio 6, Visual Studio 2003, Visual Studio 2005
Application type:
– simulator: Win 32 project compile to DLL
– device: compile to MOD using ARM computer

Beberapa tools untuk developer sendiri misalnya,
– Compilation tools: GNU cross-compiler, Win ARM compiler
– BREW tools suite: AppLoader, The Grinder, Shaker, appsigner, logger, Open GL ES BREW SDk extension.

Ada semacam dilema tersendiri antara CDMA dengan BREW yaitu kebanyakan handsets CDMA bersifat low-end alias menengah kebawah (dan kebanyakan user juga memilih CDMA karena mengutamakan tarifnya yang murah…). Padahal aplikasi-aplikasi BREW sendiri bisa jadi kurang optimal pada handsets yang bersifat low-end (ya karena ke“low-end”an spesifikasi perangkat itu tadi, semisal layar monokrom, kompatibilitas chipset, dsb) . Dan untuk mengatasi hal ini, salah satu (atau beberapa) pabrikan handset CDMA menghadirkan handset CDMA yang bersifat high-end.

Operator yang mendukung BREW di Indonesia saat ini (baru…) Mobile-8. Dan Mobile-8 itu telah merilis beberapa tipe handsets CDMA yang support BREW. Di handsets itu sendiri ada chipsetnya Qualcomm, yang dikatakan support BREW. (Woi, aku nggak promosi lho!)

Ada salah satu peserta yang menanyakan kompatibilitas BREW pada GNU/Linux, lalu dijelaskan bahwa untuk saat ini BREW belum support pada Linux, masih berorientasi pada platform Microsoft (Visual Studio untuk membuat aplikasi BREW). Namun dikatakan ke depannya BREW akan merambah ke Linux.

Hmm… Semoga yang aku tangkap itu tidak salah. Untuk lebih mengetahui apa itu BREW bisa coba kunjungi http://www.brewdeveloper.com atau tanya-tanya mas google. Hehehe…

One thought on “Binary Runtime Environment for Wireless

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s