Drama MK, Antara Blunder Refly dan Kepemimpinan Mahfud MD

Standar

Drama MK, Antara Blunder Refly dan Kepemimpinan Mahfud MD
*Rahmat Tsani Hakimi

Dugaan penyuapan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang sempat disebutkan advokat Refly Harun di salah satu media nasional tidak terbukti. Hasil pemeriksaan tim investigasi kasus dugaan penyuapan Hakim MK tidak menemukan adanya dugaan penyuapan hakim MK, melainkan percobaan penyuapan terhadap Hakim MK. Sehari setelah melakukan jumpa pers untuk mengumumkan hasil pemeriksaan tim investigasi, Ketua MK, Mahfud MD, melaporkan hasil temuan tim investigasi yang diketuai Refly tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari Jum’at (10/12). Seolah blunder bagi Refly, salah satu dari nama-nama yang dilaporkan ke KPK oleh Mahfud MD adalah Refly, karena terkait dengan percobaan penyuapan terhadap Hakim MK.
Drama MK ini bermula dari tulisan Refly di salah satu harian nasional pada tanggal 25 Oktober 2010 lalu. Di situ Refly menyebutkan bahwa ia melihat sendiri uang senilai Rp 1 Milyar dalam mata uang Dollar AS, yang menurut pemilik uang tersebut untuk menyuap Hakim MK. Mahfud MD yang dalam jumpa pers sehari sebelumnya menyebutkan bahwa MK bersih 100%, meminta Refly membuktikan tudingannya tersebut. Namun ternyata tudingan Refly tidak terbukti. Salah satu nama yang dilaporkan Mahfud MD adalah Bupati Simalungun Utara, J.R. Saragih, yang tak lain adalah klien Refly sendiri dalam kasus Pilkada Sumatera Utara 2010 yang diperkarakan di MK. Seperti yang disebutkan Refly dalam laporan kepada Ketua MK, bahwa Saragih itulah yang akan menyuap Hakim MK dengan uang Dollar AS senilai Rp 1 Milyar.
Refly yang pernah menjabat sebagai staf ahli di MK tahun 2003-2007 (ketika masih diketuai Jimly Asshidiqie) bisa jadi memang tahu banyak tentang MK. Di akhir tulisannya yang berjudul “MK Masih Bersih?” itu ia menyebutkan “Rakyat sudah terlalu lelah menyaksikan bahwa tidak ada satu pun institusi di negeri ini yang layak dipercaya.”, hal yang coba disebutkan Refly untuk memperkuat opininya. Tapi rupanya tidak sejalan dengan pandangan yang ditulisnya, sesuai hasil pemeriksaan tim investigasi, yang benar-benar menerima suap adalah Panitera Pengganti di MK yang bernama Mahfud. Mahfud menerima suap dari cabup Bengkulu Selatan yang berperkara di MK, Dirwan Mahmud. Dan ketika itu Refly menjadi pengacara Dirwan. Mahfud yang menerima uang suap itu posisinya tidak memiliki akses ke Hakim MK, jadi tidak ada akses juga untuk uang suap itu sampai ke Hakim MK (kalaupun hakim itu bersedia disuap), dan putusan Hakim MK memang memutuskan bahwa Dirwan kalah dalam Pilkada Bengkulu Selatan.
Bisa jadi ceritanya akan menjadi agak berbeda apabila Refly tidak membicarakan dugaan suap Hakim MK di media, Refly bisa saja menemui Mahfud MD untuk mengklarifikasi pernyataan MK bersih 100%, menyampaikan apa yang ia saksikan sendiri. Sehingga isu tidak sepanas seperti sekarang ini, suatu cobaan bagi MK yang diketuai Mahfud MD. Tapi Refly sudah terlanjur menulis di media, dan harus menerima konsekuensi ketika apa yang dipandangnya tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.
Di sisi lain, Mahfud MD telah melakukan hal yang tampaknya patut ditiru bagi para pemimpin di negeri ini. Refly yang berstatus “orang luar MK”, ditunjuknya menjadi ketua tim investigasi untuk memeriksa adanya dugaan suap Hakim MK. Tidak lain karena Refly sendiri yang menyebutkan adanya dugaan suap di MK, jadi dia yang harus mencoba membuktikan, dibantu beberapa praktisi hukum dan aktivis anti korupsi yang ditunjuk Mahfud MD dalam tim tersebut. Dengan mempersilahkan institusi yang dipimpinnya untuk diinvestigasi oleh pihak eksternal, otomatis akan menimbulkan pandangan dan hasil yang lebih obyektif daripada tim secara internal. Karena isu sudah beredar luas di masyarakat terkait dengan apa yang telah dituliskan Refly di media nasional.
Dalam pernyataannya beberapa waktu sebelum pengumuman hasil pemeriksaan tim investigasi, Mahfud MD sempat melontarkan pernyataan akan mundur dari jabatannya sebagai Ketua MK apabila terbukti benar adanya Hakim MK yang menerima suap. Sikap elegan yang sangat jarang terlihat dari para pemimpin di negeri ini, rata-rata baru berhenti apabila masa jabatannya telah berakhir atau memang diberhentikan. Dan dengan dikeluarkannya hasil pemeriksaan tim investigasi yang tidak menemukan adanya Hakim MK yang menerima suap, maka Mahfud MD tidak jadi mundur dari jabatannya.
Selanjutnya Mahfud MD mengambil langkah untuk segera menuntaskan masalah dengan melaporkan hasil temuan tim investigasi ke KPK bersama Hakim MK, Akil Mochtar, yang sesuai hasil pemeriksaan tim investigasi Akil adalah Hakim MK yang akan disuap. Refly dilaporkan karena dianggap mengetahui adanya dugaan percobaan penyuapan itu bersama dengan J.R Saragih dan Maheswara Prabandono yang menjadi rekan Refly.
Kasus dugaan percobaan penyuapan yang terjadi di MK memang cukup menyita perhatian publik, mengingat MK merupakan institusi negara yang dikenal bersih. Masyarakat negeri ini berharap banyak pada kredibilitas MK. Dibutuhkan konsekuensi dan tanggung jawab yang tidak mudah untuk memimpinnya, juga dalam menyikapi kasus-kasus yang diperkarakan di MK.

*) Rahmat Tsani Hakimi,
Mahasiswa Teknik Informatika
STMIK AMIKOM Yogyakarta.

Tulisan opini ini saya buat dalam rangka mengikuti Diklat Jurnalistik bertema “Agar Menulis Menjadi Pacar Saya” yang diselenggarakan oleh Pers Penerbitan Unit Kerohanian Islam Jama’ah Al-Anhar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Desember 2010. Tulisan dari para peserta diklat dikumpulkan untuk diseleksi (dan jika mungkin akan dimuat di koran) oleh salah satu pemateri diklat jurnalistik yaitu Bpk. Jayadi Kasto Kastari (Redaktur Harian Kedaulatan Rakyat).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s