Ayam Bangun Malam

Standar

Menjelang lebaran (30 Agustus 2011) kemarin kakakku beli ayam 4 ekor. 2 ekor jago, 2 ekor betina. Rencana memang 2 ekor ayam (satu pasang) untuk mbahku yang tinggal di sebelah rumah, dan satu pasang lagi untuk keluargaku satu rumah.

Dua ayam untuk mbahku udah jadi disembelih buat di-opor, yang dua lagi juga rencana mau dibuat opor sama ibuku. Singkat cerita, 3 ayam sudah disembelih; dua betina, satu jago. Nah, setelah berbagai pertimbangan, untuk sementara satu ayam jago kami sisakan tetap hidup. Nggak ikut disembelih. Karena apa? Bentuknya itu lho, buagus bangeeet… Jadi sayang ayam jago sebagus itu mau dijadiin opor. Jadinya untuk sementara ditaruh di halaman samping rumah.

Beberapa hari lalu setelah begadang nulis di komputer, aku siap-siap tidur. Itu sekitar jam 3 pagi. Malam sunyi. Nah, pas udah di tempat tidur, tau-tau denger kibasan sayap si ayam dilanjut suara kokok ayam yang terdengar dikeluarkan sekuat tenaga si ayam. Berhubung tempatku tidur sama halaman samping cuma terpisah satu tembok + jendela, suara si ayam kedengeran kenceng banget.

“Pagi-pagi buat gini udah bunyi?”, pikirku. Langsung aku liat jam dinding, jarum jam menunjuk 03.15.

Hmm…. Aku jadi ingat sesuatu. Hewan seperti ayam, anjing, itu kan bisa mendeteksi keberadaan makhluk invisible alias nggak kasat mata. Aku jadi ingat cerita guruku, kalau nggak salah guru SMP. Pada jam-jam sholat tahajjud atau sepertiga malam terakhir makhluk syaitan pergi karena kedatangan malaikat-malaikat turun dari langit untuk menyambut manusia-manusia yang bangun di tengah malam untuk menegakkan shalat malam dan berdo’a apa saja. Shalat Tahajjud. Shalat pada waktu yang disukai Allah SWT. Dan do’a yang mudah sampai pada substansinya. Shalat yang akan menjaga penegaknya bila dilakukan berkesinambungan. Mantap.

Mungkin inilah sebenarnya hikmah sahur pada bulan puasa. Ramadhan. Sahur dilakukan pada akhir waktu malam, mendekati shubuh. Orang bangun dari tidurnya karena niat untuk sahur. Makan-minum untuk bekal kekuatan fisik puasanya seharian. Orang rela bangun dari tidurnya karena juga untuk makan.

Nah, ketika bulan Ramadhan usai, maka bukan tidak mungkin bila orang bisa pasang niat bangun malam untuk mengerjakan suatu hal. Karena sudah terbiasa berhari-hari bangun untuk makan sahur, maka (seharusnya) bisa juga bangun malam untuk menegakkan shalat malam. Ya, kan?

Jadi sebenarnya satu bulan Ramadhan itu semacam training untuk menjalani kehidupan berbulan-bulan berikutnya. Di mana dianjurkan bahwa aktifitas dunia-akhirat harus seimbang. Tuhan tampaknya memang mendesain demikian. Di satu sisi menganjurkan untuk lebih dekat denganNya dengan ibadah Shalat Tahajjud, di satu sisi juga mengajarkan caranya bangun malam ketika Ramadhan. Konsekuen, ya? Sebenarnya tinggal satu aja intinya: pasang niat.

Ah, tambah kagum aja aku sama agama ini. Agama yang sejujurnya kuanut sejak kecil, tapi ketika dewasa aku akui bukan sekedar penganut sejak lahir lagi. Melainkan memilih untuk menganut agama ini karena penemuan-penemuanku akan hikmah yang terkandung di dalamnya. Islam terlalu sederhana bila disebut sebagai agama. Islam itu kehidupan. Islam itu sistem semesta. Bumi dan langit, dan apa-apa yang berhubungan dengannya.

Semakin menemukan hikmahnya, sekecil apapun itu, semakin bertambah saja kekagumanku pada ajaran amazing ini.

Gara-gara ayam nih, jadi kesindir buat Tahajjud. Ayam, ayam…

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

*foto: sekuat si Jago berkokok sampe bungkuk-bungkuk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s