Tuhan pada kondisi default

Standar

Surat Al-Faatihah sebagai ‘ummul kitab’ alias ibunya Al-Qur’an, di dalamnya terdapat 2 ayat yang menyebutkan sifat Tuhan: Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Bayangkan, sifat ‘Pengasih lagi Penyayang’ sampai 2 kali disebut oleh “Sang Ibu”. Yaitu di ayat pertama dan ketiga. Aku menangkap bahwa inilah sifat asli Allah SWT yang tidak ada keraguannya sedikitpun. Sifat bakunya Tuhan.

Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Perhatikan, bukan Maha Pengasih dan Maha Penyayang, melainkan ‘lagi‘. Ini menunjukkan bahwa kemahaan Pengasih “satu paket” dengan Penyayang. Terintegrasi. Bukan yang berdiri sendiri (Pengasih / Penyayang) kemudian “dibungkus” dengan pengikat ‘dan‘.

Di versi terjemahan lain mungkin tidak dituliskan kata ‘lagi‘, ada yang dengan tanda koma (,) di antara dua sifat tersebut. Ada yang menyebut Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Sama saja substansinya. Namun itu juga menunjukkan bahwa dua sifat tersebut dalam hal ini tidak terbagi satu sama lain. Pengasih sekaligus Penyayang.

Berarti memang Tuhan itu identik dengan kelembutan. Berarti memang pantas saja bila ada hambaNya yang punya dosa menggunung banyaknya dapat sekejap diampuni Tuhan ketika ia benar-benar bertaubat, ia datang datang dan datang pada Allah SWT. Dan pengampunan dosa itu adalah memang hak prerogatif Tuhan.

Tiada illah selain Allah. Nggak ada ketundukan selain ketundukan kepada Allah via Al-Qur’an dan sunnah-sunnah rasulNya.

Sekali lagi, sifat baku (yang udah dari sananya) dari Allah SWT yang dipertegas penyebutannya dalam Surat A-Faatihah: Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Penuh kelembutan dari dua sifat yang terintegrasi. Meminjam istilah di ilmu komputer, itulah sifat Tuhan pada kondisi default. Kondisi baku, tetap. Kondisi pada setting bawaannya. Dan kondisi kemahaan Tuhan tersebut akan tercustom atau terubah secara kondisional, seperti yang dijabarkan pada berayat-ayat berikutnya dalam Al-Qur’an.

Begitu Pengasih dan Penyayangnya, hingga yang berdosa pun masih diberi hidup untuk bertaubat dan memperbanyak amalan baik

Begitu Pengasih dan Penyayangnya, hingga mereka yang dipandang berfisik cacat pun diberi kemampuan yang belum tentu dapat dilakukan yang berfisik normal

Begitu Pengasih dan Penyayangnya, hingga sholat pun boleh hanya dengan isyarat mata*

Begitu Pengasih dan Penyayangnya, hingga sholat pun diberi keringanan untuk digabung waktunya*

Begitu Pengasih dan Penyayangnya, hingga satu puasa sunnah pun terhitung dapat menghapuskan dosa-dosa dalam tahun sebelumnya*

Begitu begitu begitu seterusnya hingga tak dapat terhitung segala nikmat yang dilimpahkanNya

Amazing…

Terjemah Surat Al-Faatihah (Pembukaan); ayat 1-7

(1).Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
(2).Segala puji hanyalah milik Allah, Tuhan semesta alam
(3).Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
(4).Yang menguasai Hari Pembalasan
(5).Hanya padaMu kami menyembah dan hanya padaMu kami memohon pertolongan
(6).Tunjukilah kami jalan yang lurus
(7).(yaitu) Jalan orang-orang yang Kau beri nikmat, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula yang sesat.

*syarat dan ketentuan berlaku

One thought on “Tuhan pada kondisi default

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s