Plat AB Rasa Bali

Standar

Beberapa hari lalu di parkiran kampus, ada yang begitu unik yang baru pertama kali kutemui di Jogja. Rarapan di sepeda motor. Ya, semacam sesajian yang diselipkan di balik plat nomor kendaraan, seringnya sih aku lihat di motor.

Kenapa tadi kusebut unik? Karena sesajian yang diselipkan di plat nomor motor itu sering kutemui waktu tinggal tugas kerja di Bali beberapa tahun lalu🙂 Peletakan sesajian macam itu dilakukan oleh umat Hindu.

Unik, karena baru kali itu aku lihat sesajian diselipkan di belakang plat AB, bukan di plat DK kendaraan Bali umumnya😀

Sudah agak kering sesajian di plat AB itu waktu kutemui, tapi masih keliatan agak baru, mungkin baru beberapa hari. Untung nggak kucium gimana baunya. Kalau sampai aku cium baunya, pasti jadinya ingat banyak hal waktu tinggal di Bali. Ingat waktu jalan-jalan keliling Bali, waktu cari jajan buka puasa pas menjelang maghrib, waktu jalan-jalan ke Taman Ujung Karangasem. Tapi mungkin juga malah bisa mengakselerasi proses penulisan naskah novelku😀

Waktu aku ambil foto-foto ini, salah seorang mahasiswa yang kebetulan di dekatku mau menyalakan motornya sempat tanya ke aku, “Ngapain, mas?”

“Nggak apa-apa. Liat itu di belakang plat nomor, ada sesajinya. Yang punya mesti orang Hindu,” jawabku santai sambil menunjuk kemasan sesaji yang menyembul berupa daun kelapa.

“Mana?”, selidiknya sambil menghampiri motor bersesaji. “Oh… Mungkin itu yang punya habis makan ketupat, terus kulitnya diselipin di belakang plat nomor gara-gara ga ada tempat sampah.”

😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s