Tiada Polantas, Pemuda Jalanan pun Jadi

Standar

Bila mata anda masih jeli melihat foto-foto di bawah ini, pasti anda tidak melihat adanya petugas berseragam yang mengatur lalu lintas. Yah, saya maklum karena ini jam sore yang mana daripada (mungkin) sudah diluar jam kerja mereka.

Rasanya itu judul di atas yang tepat untuk menggambarkan apa yang aku temui tadi sore.

Cuaca agak mendung tadi sore, pulang agak terburu-buru biar tidak kehujanan. Waktu Pulang dari kampus lewat perempatan Sagan dekat UGM ada hal yang tidak biasa kulihat.

Berhenti di traffic light, aku perhatikan kok lampunya merahnya mati? Tapi kendaraan bisa berhenti semua. Ternyata di tengah perempatan ada beberapa anak muda yang stand by di setiap sisi perempatan. Mereka berteriak mengatur laju kendaraan di perempatan yang terkenal sibuk dan padat itu. Ada juga yang sambil meniup-niup sempritan. Entah itu sempritan yang dipinjami Polantas atau memang mereka sudah mengadakan alat sendiri untuk antisipasi kejadian semacam ini sewaktu-waktu.

Ya, ini memang terjadi di jam sibuk orang pulang kerja, kuliah, dsb. Kalau saja tidak ada aksi spontanitas macam pemuda-pemuda jalanan perempatan Sagan itu pasti lalu lintas ruwetnya bukan main. Yang dari arah lembah UGM tercegat arus dari Bunderan UGM, belum lagi kendaraan dari arah selatan berusaha lepas dari sempitnya jalan Prof. Dr. Yohannes, ditambah volume orang pulang kerja dari arah jalan Gejayan dan kampus UNY. Mesthi ruwet kui, dab!

Bila mata anda masih jeli melihat foto-foto di bawah ini, pasti anda tidak melihat adanya petugas berseragam yang mengatur lalu lintas. Yah, saya maklum karena ini jam sore yang mana daripada (mungkin) sudah diluar jam kerja mereka. Masa iya sih, kalau jam kerja 24 jam (pakai shift pula) dan ada laporan/ keluhan dari masyarakat tentang traffic light mati ini tidak ditanggapi dengan sigap?😉

Petugas-petugas tersebut biasa tampak pada pagi hari maksimal jam 07.30 pada waktu volume kendaraan juga padat dalam keadaan lampu traffic light masih menyala berfungsi baik.

Ya, begitulah. Sekali lagi, tiada Polantas, pemuda jalanan pun jadi…😉

One thought on “Tiada Polantas, Pemuda Jalanan pun Jadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s