Dari Hollywood sampai HB I (#2)

Sampingan

Suasana kuliah dosen Pak Yanto

Singgungan “Hamengkubuwana I”

Diskusi kami lalu terhenti sebentar karena ada seorang bapak-bapak berjenggot agak panjang yang masuk ke ruangan, ada perlu dengan Pak Yanto. Kulihat bapak tadi menyalami lalu mencium tangan Pak Yanto. Pemandangan yang tidak biasa buatku.

Aku tetap di situ. Bapak itu lalu membicarakan sesuatu dengan Pak Yanto, tepatnya masalah semacam penelitian. Pak Yanto lalu memberitahuku kalau bapak itu adalah mahasiswa S3 beliau di Universitas Airlangga (UNAIR). Pak Yanto, gelar S3-nya dari UNAIR dan sekarang juga masih mengajar di sana untuk Manajemen Islam, dll. Hanya ketika ada jadwal saja misal Sabtu atau Minggu di Surabaya.

Aku menangkap pembicaraan antara bapak berjenggot itu dengan Pak Yanto. Sempat kudengar konfirmasi bapak berjenggot itu tentang Hamengkubuwana I sambil menunjuk satu paragraf di proposal penelitannya yang di-stabilo hijau. “Ya, ya… Benar itu”, ujar Pak Yanto.

Apalagi ini? Pak Yanto bisa mengkonfirmasi tentang studi sejarah-budaya? Mantap ini. Agak kukejar Pak Yanto karena aku juga sedang mulai tertarik dengan sejarah, Jawa khususnya. Ketika kutanya dari mana Pak Yanto bisa tahu (tentang penyebutan Hamengkubuwana I) itu tadi? Dari semacam kitab atau serat kuno? Buatku ini menarik karena berarti banyak sekali ilmu yang sudah Pak Yanto pelajari.

Sempat bilang bahwa beliau mempelajari dari Ki Randa…. Atau Wanda… siapa gitu. Ah, lupa aku! Yang jelas bukan menyebut Ki Ranggawarsita. Pikirku mungkin bukan langsung dengan orang “Ki entah siapa” itu tadi, mungkin dari karyanya. Rasanya kok perlu diskusi lagi sama beliau.

Yang Meninggal Bersamaan

Dan hari ini, Rabu, ada jadwal mengajar Pak Yanto. Tapi dari kuliah agak pagi tadi aku dapat kabar dari salah satu dosen yang dekat dengan Pak Yanto, 2 orang adik Pak Yanto hari ini meninggal. Ya, 2 orang adik Pak Yanto meninggal bersamaan, rumah duka di Jawa Timur. Semoga yang meninggal diampunkan dosa dan kesalahannya, diberi kelapangan dan terang kubur, keluarga yang ditinggalkannya diberi ketabahan. Aamiin.

4 thoughts on “Dari Hollywood sampai HB I (#2)

  1. novi

    Kalau sepengetahuanku sih ada pujangga jawa yang pernah menggubah karya sastra mengenai kisah pembagian kerajaan mataram menjadi 2(surakarta yg dipimpin Pakubuwono III dan Ngayogyakarta yg dipimpin Sultan Hamengkubuwono I).Pujangga tersebut adalah Yasadipura(eyangnya Ranggawarsita) dg karyanya ‘babad giyanti’.

  2. Novi

    Sejujurnya,aku jadi ikut tertarik dg pembahasan mengenai kesamaan alur cerita film hollywood dg kisah Nabi Adam as yg disampaikan oleh dosen mas Tsani itu..Beberapa waktu yg lalu aku sempat baca sebuah artikel mengenai kesamaan film ‘The Matrix’ dg kisah Nabi Adam as.Dalam artikel tsb kesamaannya bukanlah pd alur critanya,tetapi ‘intisari’nya.Bahwasanya segala sesuatu yg ada di sekitar kita tidaklah nyata,namun diprogram sedemikian rupa oleh ‘The Big Boss’ sehingga manusia bisa merasakan semua yg ada di sekitarnya adalah hal yg nyata.Itulah mengapa kehidupan kita di dunia ini disebut ‘fana’.Karena segala sesuatu yg ada di dunia fana ini semata-mata merupakan ‘Kesempurnaan Ilusi Tuhan’..
    Waaa,semakin banyak tulisan yg kita baca & cerita yg kita simak,semakin terungkap betapa masih banyak hal yg belum kita mengerti & perlu kita pelajari ya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s