Di Balik Fatin Lupa Lirik Lagu

Standar

Terima kasih, Tuhan, Fatin lupa lirik lagu! Di balik suara emasnya, Fatin bisa juga lupa lirik lagu di hadapan orang banyak.

Lupa lirik itu tidak salah. Ya, kan? Para juri X-Factor juga bilang bahwa lupa lirik lagu itu biasa. Ahmad Dhani dengan bangga mengakui suka lupa lirik lagu, bahkan bawa contekan lirik. Rossa mengaku lupa lirik awal lagu Madonna yang dinyanyikan bersama Fatin.

Dengan mencermati ekspresi Fatin dan komentar para juri jadi terungkap, kan? Bahwa acara idol-idolan menuntut kontestannya tampil sempurna dengan proses karantina, minim kontak dengan keluarga, dsb.

Mereka dikemas tampil sempurna hingga banyak yang kenal. Agar spesial, mereka harus diantar Range Rover dan dikawal voorijder untuk datang ke sekolah lama dan kampung halaman. Hingga disambut demikian riuhnya.

Kenapa Fatin sampai berurai air mata dan substansi komentar para juri seolah jauh dari kesempurnaan penampilan kontestan? Karena kontestan tidak diperlakukan layaknya manusia biasa. Mereka dituntut sempurna hingga jauh dari kadar kemanusiaan bahwa lupa itu biasa.

Karena kontestan tidak diperlakukan layaknya manusia biasa. Mereka dituntut sempurna hingga jauh dari kadar kemanusiaan bahwa lupa itu biasa. Andai kontestan diperlakukan sebagai manusia biasa maka lupa lirik lagu pun dipahami para kontestan sebagai hal yang biasa. Tidak perlu khawatir hingga ekspresi kesedihan tampak di panggung.

Andai kontestan diperlakukan sebagai manusia biasa maka lupa lirik lagu pun dipahami para kontestan sebagai hal yang biasa. Tidak perlu khawatir hingga ekspresi kesedihan tampak di panggung. Anggun pun sampai bilang supaya penyanyi hendaknya tidak menampakkan masalahnya di panggung. Berarti selama ini di proses karantina para kontestan tidak dipahamkan tentang hal ini?

“Ah, Fatin kan masih kecil. Biasa kalau kuatir-kuatir kayak gitu di hadapan banyak orang,”

“Ini tuntutan media untuk menyajikan tayangan yang menarik, mas! Ini sudah rule media,”

“Tidak perlu dipermasalahkan, sudah ada sponsor yang menyiapkan itu semua,”

“Yang penting nonton aja, asik. Itu aja,”

Lho, ini bukan masalah kontra dengan tayangan idol-idolan yang menjamur di TV. Aku pun suka tiap dengar suara bagus orang nyanyi. Aku suka lihat Novita dan Fatin nyanyi. Tapi ini situasi yang terbaca dari yang tampak semalam.

Bahkan NUDE NUDI. Itu yang personelnya katanya orang Ambon, tampaknya ia sedang kehilangan ke-Ambon-annya. Orang asli Ambon percaya diri dengan ciri rambutnya yang alami, tidak dibuat-buat mohawk (atau style apa lah…) kayak tadi. Nyanyi bagus sudah cukup, jangan hilangkan citarasa asli Ambonmu, bro. Judul kontes sudah dilabeli “Indonesia”, boleh dong pakai identitas asli Indonesia? Atau lagi-lagi, masalah tuntutan tampak sempurna? Kalau itu yang disebut sempurna sebenarnya, maka aku perlu merubah paradigmaku tentang sempurna.

Hmm… Tuntutan tampak sempurna… Maka citra yang baik di dalam media akhirnya menjadi penting. Itu pula yang banyak dikejar orang untuk mendulang simpatisan. Tapi, samakah citra “sempurna” di mata media dengan “sempurna” yang sejati?

Fatin… foya!😀

*Catatan setelah nonton Novita dan Fatin nyanyi tadi malam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s