Sembada

Standar

Iyo… Pancen kudu sembada, kuliah adoh-adoh, kok.” (Iya… Memang harus konsekuen, kuliah jauh-jauh, kok.).
Begitu kata Ibu setelah aku bercerita tentang seorang teman yang telah diwisuda dan diterima kerja di Jakarta. Seorang teman kuliah yang berasal dari Sulawesi. Tadi, temanku tersebut mengadakan syukuran dengan mengundang teman-teman kampus. Makan-makan, hehe…😀
Selama perjalanan dari rumah ke lokasi acara syukuran tersebut, aku terngiang-ngiang satu kata yang tadi Ibu sebut: sembada. Sembada, bukan Simbadda.😀

Simbadda!

Simbadda!


Sembada adalah sikap penuh tanggung jawab, berani menghadapi dan menyelesaikan masalah, konsekuen. Sembada yang Ibu maksud tadi adalah konsekuensi atas sesuatu yang telah temanku tadi jalani. Belajar di tempat yang jauh, segera lulus, dan mendapat kesempatan untuk menerapkan ilmunya di tempat yang bukan main-main.
Dengungan sembada ini mengingatkan kembali pada keputusanku dulu memilih kuliah. Oleh karena itu pilihanku untuk kuliah seharusnya sembada dengan kepastian kapan lulus. Artinya, jangan lama-lama menunda selesainya skripsi!
Cuma skripsi. Seharusnya nggak ada kesulitan untuk menulis skripsi karena pernah menulis buku. Sedangkan proyek skripsi, ambil saja kasus yang ditemui di tempat kerja sekarang. Dengan sedikit penyesuaian, maka seharusnya selesailah skripsi. Sesederhana itu.
Sembada. Itu saja prinsipnya.

Balada Skripsi

Balada Skripsi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s