Camera Track Nusantara

Standar

Climbing Up Iknimaya, itu salah satu judul dari musik scoring film Avatar yang ingin kudengarkan kemarin sambil bekerja. Musik yang mengiringi adegan Jake Sully dan kawan-kawannya dari negeri Pandora merayapi akar-akar penghubung batu-batu besar yang melayang menuju ke sarang Ikran. Saat browsing di Youtube untuk mendengarkan musik ini malah kujumpai link ke video salah satu pertunjukan di Vienna, Austria, yang memainkan musik-musik scoring Avatar.

Menurutku musik-musik scoring Avatar memang enak didengarkan. Meski dalam video ini hanya dimainkan medley beberapa judul dari keseluruhan belasan judul scoring Avatar, tetap saja terasa enak. Berulang-ulang video ini kuputar di kantor dan di rumah, sambil membayangkan sudut pandang kamera yang bergerak menyusuri alam negeri Pandora dalam Avatar. Maka lamat-lamat pula aku terbayang bila yang dijelajahi oleh kamera adalah alam Nusantara yang bergunung-gunung, menembus awan, menyusuri sungai lalu mengikuti jatuhnya air terjun, berkelok mengikuti sungai-sungai, melayang di atas hutan hijau, merambati kaki gunung dari bawah laut hingga puncaknya, menampilkan budaya masyarakat yang menyatu dengan alam, dan lain sebagainya.

Sebagian pemandangan dari puncak Merbabu.

Gunung Lawu tampak dari puncak Merbabu.

Aku jadi ingat dengan satu buku yang pernah kubuka-buka di Gramedia Sudirman, Yogyakarta, Ekspedisi KOMPAS, Hidup Mati di Negeri Cincin Api karya Ahmad Arif. Wow… Foto-foto resolusi tinggi terkait gunung dan masyarakat di sekitarnya dalam buku itu bikin aku pengen banget punya buku besar dan tebal itu.

Bersyukur rasanya di zamanku hidup saat ini sempat mengalami kejadian luar biasa berupa erupsi-erupsi gunung berapi. Aku juga memandang erupsi tersebut sebagai fenomena alam yang entah kapan lagi itu terjadi, yang entah pula anak-anakku kelak mengalaminya (adikku juga setuju dengan pandangan ini). Maka pengalaman langka tersebut dapat dijembatani untuk generasi masa depan dengan suatu alat peraga atau ilustrasi audio-visual. Tinggal pintar-pintarnya si kreator alat peraga itulah yang menghadirkannya dalam kemasan yang baik.

Sebagian gunung Sindoro, Sumbing, dan Slamet tampak dari puncak Merbabu.

Gunung Merapi tampak dari Merbabu.

Aku sempat berandai-andai suatu saat membuat video animasi, mungkin semacam footage, menghadirkan sudut pandang kamera bergerak menyusuri gunung-gunung dan wilayah nusantara dengan ilustrasi musik macam scoring Avatar. Sederhananya, dengan software 3Ds Max dan Adobe After Effects, video semacam itu sangat mungkin dibuat mengingat aku pernah menggunakan fitur tersebut dalam tugas kuliah. Aku agak lupa tools-nya dalam 3Ds Max, yang jelas ada tool kamera yang arah geraknya mengikuti path/ track yang kita buat. Dari situlah kita memainkan sinematografi. Nah, tentu karya semacam ini membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit dan tidak sebentar untuk membuatnya, tapi tetap saja mungkin dibuat.

1

3

2

Video Avatar Suite Live in Concert ini di bagian akhir memainkan musik bernuansa tegang dan heroik, sesuai judulnya, War. Ini salah satu scoring Avatar yang suka kudengarkan. Dari rangkaian lagu yang dimainkan di video ini, pemuncaknya War. Asyik pula tampaknya jika dalam video footage yang kubayangkan tadi sejak awal menampilkan megahnya gunung dan penampang alam yang hijau, lalu dipuncaki dengan proses penyuburan kembali melalui erupsi gunung. “War” menjadi istilah untuk meninggalkan yang harus ditinggalkan untuk penyuburan yang berkelanjutan. Setelah merahnya dan kelabunya material vulkanik, toh suatu saat akan hijau subur pula.

Di akhir video tampak James Horner, komposer musik scoring Avatar dan Titanic, memberi applause untuk pertunjukan musik karyanya yang telah dimainkan. Ah, keren banget live pertunjukan ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s