Dimatikan Untuk Menghidupkan

Standar

*Catatan dari Tulisan Dokter #1

Di sela hari-hari membaca buku ini aku mendapat kabar meninggalnya saudara dari salah seorang temanku. Sebelum meninggal, saudara temanku tersebut kabarnya sempat mengalami koma selama beberapa waktu yang disebabkan virus yang menyerang otaknya. Meningitis. Virus meningitis menjadi salah satu “tokoh utama” dalam buku yang kubaca tersebut, Proof of Heaven.

Bagaimana rasanya mengalami koma? Apakah sama pengalaman setiap orang yang koma? Eben Alexander, MD menuliskan pengalaman komanya selama terjangkit virus meningitis dalam buku ini. Eben yang dokter spesialis bedah saraf menyebut pengalaman ini sebagai near-death experience (NDE).

IMG_20140312_144631

Eben kerap menangani pasien-pasien yang mengalami NDE. Namun baginya, sebelum ia sendiri mengalami koma, pengalaman pasien yang jiwanya “berkelana” selama koma tak lebih hanyalah khayalan atau efek dari tidak berfungsinya otak dengan normal. Hingga suatu saat Eben mengalami koma yang disebabkan virus meningitis jenis langka yang pernah ada di dunia, yang belum pernah ditemui rujukannya dalam ilmu kedokteran. Akhirnya Eben mengalami sendiri “pengelanaan” dalam komanya.

Bila menyimak pemaparan Eben tentang kondisi yang menyebabkan fisiknya koma, tampaknya mustahil ia dapat sehat kembali dengan fungsi otak yang normal. Namun yang menarik adalah “pengelanaan” jiwanya selama koma yang bertentangan dengan pandangan mainstream dunia kedokteran. Ini menjadi dilema tersendiri bagi Eben untuk menjelaskan kepada rekan-rekannya sesama dokter.

Namun Eben tetap yakin bahwa apa yang ia alami dalam komanya adalah nyata senyata-nyatanya. Ultranyata, istilahnya. Ia sempat menyebut bahwa ilmu kedokteran, dan bidang-bidang ilmu lainnya di dunia nyata pada umumnya, tidak memberi ruang untuk percaya pada kemungkinan-kemungkinan pengalaman yang dialami bagian paling inti manusia, jiwa. Padahal pengalaman itulah hal yang sejatinya tidak dapat dibantah kebenarannya. Bahwa antara fisik dan jiwa haruslah selaras, bahwa ada dunia yang lebih nyata dari dunia fana yang kita anggap nyata ini, bahwa malaikat dan Tuhan itu ada.

Maka sangat mengagumkan bila Eben dapat sembuh dengan otak yang berfungsi normal mengingat kondisi otaknya yang bisa dibilang sempat mati total. Mungkin ini sebagian kecil cara Tuhan untuk menghidupkan kembali keyakinan manusia pada hal yang paling sejati melalui pengalaman “mati” Eben yang ia ceritakan kepada dunia.

Tuhan sangat bersungguh – sungguh dalam mengurusi setiap tetes embun yang Ia tampung di sehelai daun

Tuhan menyayangi dengan sepenuh hati setiap titik debu yang menempati persemayamannya di tengah ruang

tapi kita iseng sesama manusia

kita tidak serius terhadap nilai-nilai

bahkan kepada Tuhan pun kita bersikap setengah hati

 

(Emha Ainun Najib – Ke Mana Anak-anak Itu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s