Sosok Sebelah Tangan

Standar

(Minggu, 4 Mei 2014)

“Habis nonton film ini kamu bakal pengen traveling,” ujar kawanku sambil memilih film yang ingin ia tunjukkan padaku.

“Film apa?” tanyaku.

“Walter Mitty,” jawabnya.

Ah! Bakal gagal, nih, ngatur waktu hari ini, pikirku. Tujuanku mengunjungi kawanku ini untuk urusan kejar tayang membetulkan komputerku yang ngehe’ beberapa hari terakhir. Nonton film pasti butuh waktu, kan?

Rupanya judul lengkap film tersebut berjudul The Secret Life of Walter Mitty. Aku tertawa melihat adegan awal film yang menunjukkan gelagat seorang lelaki yang jatuh cinta ingin mengirimkan wink dalam aplikasi sosial media kepada wanita yang diam-diam disukainya. (Bro, gelagat macam itu pernah aku alami!😀 ) Sayangnya wink tersebut tidak sampai ke tujuan karena… gagalnya koneksi internet!😀

Walter Mitty

Memang cukup asyik nonton film ini. Musik scoring-nya enak, sinematografinya asyik, ending ceritanya menarik. Panorama Greenland dan Islandia benar-benar memukau. Pasti keren kalau saat itu nonton langsung di bioskop. Pada awal film dimulai aku sempat mengira musik scoring-nya dikerjakan oleh komposer James Horner, karena mirip-mirip musik scoring dalam film Avatar. Tapi ternyata bukan.

Film ini berkisah tentang sebuah majalah bernama LIFE yang versi cetaknya akan berakhir dan berganti dengan versi online. Tokoh sentralnya adalah pengolah negatif foto sampul majalah LIFE bernama Walter Mitty.

Singkat ceritanya, majalah LIFE mendapat kiriman paket negatif foto oleh seorang fotografer ternama, Sean O’connel, untuk dijadikan foto sampul terakhir majalah LIFE versi cetak. Walter sebagai pengolah foto sampul majalah LIFE kepayahan dalam menemukan negatif foto yang dimaksud Sean dalam paket kirimannya. Sean juga menyertakan sebuah dompet kecil unik untuk Walter.

Putus asa dengan pencarian negatif foto yang dimaksud Sean, Walter kemudian membuang dompet unik pemberian Sean di tempat sampah di dapur rumahnya. Walter kemudian memutuskan mencari Sean untuk menanyakan langsung perihal negatif foto yang dimaksud Sean. Setelah mengalami perjalanan panjang yang seru, akhirnya Walter bertemu dengan Sean dan mendapat penjelasan tentang negatif foto tersebut.

Sebelah Tangan Tuhan

Nah, menariknya adalah titik balik kisah pencarian Walter. Ada peran ibu dalam pemecahan masalah Walter. Sebetulnya aku sudah dapat meraba arah cerita Walter menemukan negatif foto tersebut saat memperhatikan adegan Walter membuang dompet. Adegan Walter memeluk ibunya seusai menjual piano kesayangan keluarga mengingatkanku pada sekelumit pikiranku tentang sosok ibu beberapa jam sebelum menonton film tersebut, bahwa mungkin ibu adalah salah satu jari dari tangan Tuhan. Ah, tapi rasanya bukan jari Tuhan, namun salah satu tangan Tuhan.

Penokohan ibu Walter tersebut mengingatkanku pada kejadian-kejadian di rumah yang sering aku dan saudara-saudaraku alami. Misal, lupa menaruh barang maka saat dicari tidak ketemu. Saat ibuku membantu mencari, barang tersebut malah ketemu. Padahal sebelumnya aku atau saudaraku yang mencari tidak menemukannya. Pernah kakakku sampai bertanya heran, “Kok kalau ibu yang cari pasti ketemu, ya?” Jawab ibu, sih, “Ya nyarinya pakai hati, nggak grusa-grusu.”

Wow…

Ah, jika boleh mengumpamakan Tuhan memiliki tangan seperti manusia, maka kusimpulkan bahwa ibu adalah salah satu tangan Tuhan. Bukan masalah itu tangan kiri atau kanan, namun pada esensi kebaikan ibu yang terdapat dalam doanya, sikapnya, restunya, dan seluruh hidupnya yang diberikan untuk anaknya.

Ibu dapat menjadi jembatan di antara dua kemungkinan yang terpisah oleh jurang kemustahilan. Pantaslah bila Rasulullah menegaskan ibu sebagai sosok prioritas yang harus dihormati anaknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s