Bulan Madu dan Bulan Padu

Standar

Kusimpulkan dua hal tentang suasana yang terasa akhir-akhir ini, yaitu suasana bulan madu dan bulan padu. Padu dalam Bahasa Jawa berarti bertengkar, berbantah-bantahan karena selisih paham. Wilayah bulan madu adalah saat diri tidak ikut masuk pada arena berbantah-bantahan, tidak ikut arus pertengkaran. Dengan jauhnya diri dari lingkaran panas perselisihan paham maka diri itu akan merasa lebih damai.

Kupikir mirip-mirip juga dengan Nabi Ibrahim ketika dikerubung api namun tidak ikut terbakar. Kuasa Tuhan menyelamatkannya. Tentu Nabi Ibrahim berbekal tersambungnya hati dengan Tuhan. Nabi Ibrahim paham tentang bagaimana matanya harus dibawa melihat kejernihan.

Ah, memilih masuk pada wilayah “bulan madu” rasanya, kok, lebih sehat daripada ikut arus “bulan padu”. Setidaknya menyejukkan. Seperti sejuknya api yang dirasakan Nabi Ibrahim. Mungkin diam-diam pakaian yang dikenakan Nabi Ibrahim juga cekikikan kepada api yang menghidup-hidupkan panasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s