Sebelum Senja

Standar

Sebelum tiba waktu senja kugenggam tanganmu dan bertanya

Apakah bisa kau membawa rasa yang engkau punya selamanya?

Tentang kita dan tentang cinta, tentang janji yang kau bawa

Jika nanti saat kau sendiri temukanku di fatwa hatimu

Aku menyimak lirik tersebut di 17-an Juli kemarin. Asyik dengarnya. Lagu baru berjudul Fatwa Hati dinyanyikan Letto yang malam itu personelnya hadir lengkap.

Fatwa

“Lebaran kapan, sih?” tanyaku kemarin di ruang tamu.

“Senin!” jawab kakakku dari teras.

Ada semacam perasaan terusik saat mendengar jawaban itu. Rasanya, kok, kurang rela kalau bulan Ramadhan mau pergi. Secara teori bulan Ramadhan tinggal hitungan jam lagi berakhir.

Saat mengingat lirik di atas, sempat terbersit bahwa rasanya bulan Ramadhan itu yang sedang menggenggam tanganku dan bertanya, “Apakah bisa kau membawa rasa yang engkau punya selamanya?”

Ketika sampai pada waktu berpisah dengannya, ia berpesan, “Jika nanti saat kau sendiri, temukanku di fatwa hatimu”.

Saat ini boleh jadi kurang puas pada diri sendiri dalam menyikapi bulan Ramadhan. Kelak di bulan-bulan berikutnya akan datang perasaan merindukan atmosfer bulan Ramadhan.

Menurutku ini bukan tentang romantis-romantisan antar pihak yang akan atau sedang berpisah. Kerinduan merupakan buah dari tumbuhan bernama ruhani. Seberapa menyegarkan manfaat dari buah itu berawal dari seberapa subur tumbuhan itu dijaga kehidupannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s