Kamulah Semesta

Standar

Mungkin kau tak ‘kan pernah tahu betapa mudahnya kau untuk dikagumi

Mungkin kau tak ‘kan pernah sadar betapa mudahnya kau untuk dicintai

Sepenggal lirik lagu Sheila on 7 di atas teringat dalam suatu obrolan beberapa waktu lalu. Suatu obrolan di atas bukit, di bawah pohon, dan angin ikut nimbrung memberi sejuk sehingga malas untuk pulang ke rumah. Aku teringat lirik tersebut setelah menyimak hal yang dibicarakan teman bicaraku. Sesaat sebelum teringat penggalan lirik tersebut ada hal-hal yang sempat terlintas.

Dari atas bukit, dari bawah pohon.

Betapa mudahnya untuk dikagumi, betapa mudahnya untuk dicintai tentu ini gambaran sosok yang menarik. Ia bisa disukai lawan jenis dari yang berpikir dengan otak kanan sampai otak kiri, tidak pandang kaya atau miskin, dari yang teguh beragama hingga bangga tak beragama, dan beragam tolak ukur lainnya. Dan tidak menutup kemungkinan ia dicintai banyak orang sebab manfaat yang telah ditebarnya.

Betapa mudahnya untuk dikagumi, betapa mudahnya untuk dicintai menurutku berarti kurang lebih sebagai… ialah titik pusat, ialah sesuatu, yang keindahannya dapat dilihat dari banyak sisi, untuk tidak mengatakan dari semua sisi. Berarti sesuatu itu memiliki banyak pintu, banyak jalan, untuk dapat dicapai keindahannya.

Pada musim ajaran baru sekolah ada istilah yang kerap kujumpai di koran: universitas. Universitas – universe – semesta, padanya terdapat bidang-bidang ilmu yang dapat dipelajari. Terdapat ruangan besar bernama semesta yang dapat dimasuki melalui jajaran pintu-pintu bernama matematika, musik, lukis, sastra, sejarah, fisika, kedokteran, psikologi, informatika, bahasa, desain, dan lain-lain. Setiap orang dapat memasuki semesta melalui pintu mana saja yang ia minati.

Di Arab terdapat suatu bangunan suci bernama Ka’bah. Ka’bah adalah titik hadap fisik pemeluk Islam yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Muslim di utara menghadap Ka’bah ke selatan, di timur menghadap Ka’bah ke barat, dan arah penjuru lainnya yang menyesuaikan. Sekali lagi, suatu titik tuju yang dapat dicapai dari banyak pintu atau jalan.

Nah, puncak mengenai sesuatu yang dapat dituju dari berbagai arah menurutku adalah Tuhan sesuai prasangka hamba-Nya. Ya, Tuhan mengatakan sendiri bahwa Dia sesuai prasangka hamba-Nya. Prasangka muncul dari unsur dalam diri manusia yang paling halus. Tuhan dapat dicapai melalui prasangka sekian jumlah hati manusia yang Tuhan telah ciptakan. Ini lebih tinggi dari cara mencapai semesta dengan beragam pintu ilmu.

Bukankah beruntung dia yang langkahnya ditemani Tuhan karena hatinya telah sampai pada-Nya? Bukankah kenikmatan tersendiri ketika langkah dia yang menurut istilah modern didukung semesta? Maka beruntung sekali dia yang mendapatkan perhatian darimu, menerima curahan hidupmu, bersanding dengan kamu yang mudah dikagumi dan mudah dicintai.

Jadi… hai, kamu yang mudah dicintai dan dikagumi. Jagalah dirimu baik-baik. Semoga semesta mendukung langkah suci hatimu dan kelak makin besar kemungkinan ketepatan prasangkamu terhadap Tuhanmu.

Jogja, 29.07.2014
@erteha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s