Docking

Standar

INTERSTELLAR - Official International Trailer 4 [HD].mp4_snapshot_02.03_[2014.12.07_11.06.20]

TARS: “Cooper, there’s no point in using your fuel. It’s just….”
Cooper: “Analyze the Endurance’s spin!”
Amelia: “Cooper, what are you doing?”
Cooper: “Docking.”
TARS: “Endurance’s rotation is 67… 68 RPM.”
Cooper: “Okay! Get ready to match our spin with the retro thrusters!”
TARS: “It’s not possible!”
Cooper: “No. It’s necessary.”

Kalau kamu sudah nonton film “Interstellar” mungkin ingat dialog tersebut. Ya, itu dialog pada adegan epic ketika Cooper dan Amelia Brand dibantu dua robot, TARS dan CASE, berusaha melabuhkan pesawat Lander pada stasiun Endurance yang berputar tak terkendali setelah ledakan yang disebabkan oleh kecerobohan Dr. Mann. Aku menegakkan punggung dan mencondongkan badan ke depan ketika pertama kali menonton adegan thrilling tersebut. Adegan tersebut diakhiri dengan tawa Amelia dan gurauan Cooper, “Okay! Ready for the next trick?”

endurance_eds

Sejak itu aku teringat terus adegan epic docking tersebut. Jum’at pagi kemarin sejak masuk kerja aku ingin menonton adegan itu lagi, ingin mencermati lagi logika-logika fisika dalam “Interstellar”. Maka kujelajahi Youtube untuk merasakan ambience adegan tersebut melalui musik scoring-nya. Ya, lagi-lagi aransemen keren Hans Zimmer di film Christopher Nolan.

Aku beruntung. Ternyata film ini di Jogja masih ada yang memutarnya. Hanya tinggal dua slot waktu penayangan pada satu bioskop saja. Pasti tidak lama lagi film tersebut selesai masa tayangnya.

Seirama

Ya, agar dapat terhubung dengan stasiun Endurance yang berputar kencang, maka pesawat Lander harus menyamakan putaran dengan Endurance. Meski TARS telah menganalisa putaran Endurance yang sulit disamai Lander, Cooper memandang sebaliknya. Ada konsekuensi Cooper dan Amelia pingsan bila putaran Lander sangat kencang. Dan memang benar, Amelia pingsan sementara Cooper susah payah menahan kesadaran agar tetap terjaga.

Menyamakan putaran. Seirama. Itulah konsep yang kutangkap setelah menontonnya. Jika tidak seirama, tidak satu frekuensi, maka crash jadinya, Lander dan Edurance bisa sama-sama meledak dan hancur. Konsep besar itulah yang kulihat mendasari apakah suatu hal bisa terkait dengan hal lainnya atau tidak, pertemanan bisa akrab atau tidak, suatu pekerjaan kita jalani dengan senang hati atau tidak, bahkan orang sakit, bingung, stress, depresi, pun bisa berangkat dari persoalan “seirama” tersebut.

Kesadaran akan konsep itu menurutku tidak bisa diremehkan. “It’s necessary,” ujar Cooper dengan tenang pada dialog adegan di atas.

Menyamakan Irama

Jum’at pagi itu, saat aku masih hangat-hangatnya dengan kesimpulanku akan adegan tersebut, aku dipertemukan dengan kejutan kecil. Menjelang siang ada salah seorang teman kerja yang dulu telah resign datang berkunjung ke kantor. Teman-teman kantor yang lama tidak bertemu lalu berkumpul menghampirinya.

Hal yang mengejutkan adalah kabarnya yang ternyata sudah sebulan ini ia mengalami gangguan ginjal kronik sehingga harus menjalani cuci darah rutin di salah satu rumah sakit swasta di Jogja. Katanya tak ada tanda-tanda gangguan ginjal sebelumnya. Pun secara genetik akunya tidak ada, juga pola makannya dalam beberapa tahun terakhir yang sebenarnya sama saja dengan anak kuliahan Jogja pada umumnya.

Meski kulihat ia agak pucat, menariknya ia tetap ngobrol dengan ceria sementara dua alat medis menembus kulitnya dengan balutan perban. Satu jarum besar di lengan kiri yang sekitarnya agak membiru dan satu jarum lagi di bawah lehernya sebelah kanan. Tampak sebagian alat tersebut menyembul di dekat kerah kemejanya. Sejujurnya aku speechless mengetahui kabarnya.

Sempat juga ia menyinggung tentang transplantasi ginjal. Kalaupun akhirnya harus sampai transplantasi ginjal maka ginjal baru tersebut harus setipe mulai dari golongan darah dan syarat-syarat lain yang ia sebutkan yang agak sulit kupahami. Tapi, kabar baiknya adalah adanya estimasi tiga bulan terkait kepastian status kronik dapat membaik atau tidaknya.

Sementara ini ia tinggal di rumah sepupunya yang tak jauh dari tempatku bekerja. Sekalian berangkat sholat Jum’at kuantar ia pulang ke rumah sepupunya tersebut. Karena sedang membawa pasien maka aku harus hati-hati betul memilih bagian jalanan yang halus🙂. Dalam perjalanan singkat tersebut aku menyimak ceritanya tentang efek dari sakitnya. Dan…. ah, aku speechless untuk kedua kalinya.

Ia menyadari betapa memang kesehatan itu sepantasnya disyukuri. Orang lain punya tujuh hari seminggu untuk berkegiatan, ia kini punya empat hari. Rutin mingguan ia harus menjalani proses cuci darah. Makanan pun tidak semua jenis dan rasa boleh ia konsumsi.

“Jadi, rencanaku S2 dicoret, Mas. Sekarang yang penting kesehatan,” ungkapnya. Seketika aku teringat ceritanya dulu tentang minatnya studi di luar negeri, sempat pula ia ijin pulang kerja lebih awal karena ada jadwal kursus bahasa asing, pernah juga sepulang kerja kami datang ke pameran pendidikan luar negeri di salah satu hall hotel di Jogja.

Karena gangguan ginjalnya itu maka ia harus membatasi jumlah air minum yang masuk ke tubuhnya agar kerja ginjalnya lebih terkondisi. “Makanya, Mas, mumpung Mas masih sehat banyak-banyakin minum air putih,” ujarnya kepadaku menjelang kami sampai di rumah sepupunya. Iya, Tik. Bahkan pergi-pergi pun aku selalu sedia air minum di tas.

Tika yang tak kuduga hadir di kantor pada Jum’at menjelang siang dengan ceritanya seolah menjadi perangkum kesimpulan yang kurangkai pada Jum’at pagi. Ia sedang menyamakan irama kehendaknya dengan kehendak Tuhan. Maka tentu Tuhan tidak akan diam saja melihatnya demikian. Tentu sudah ada kun fayakuun yang Dia persiapkan untuk Dia hadirkan kelak baginya. Semoga Tuhan selalu melindunginya.

Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu. (QS. 36: 82)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s