Lima Perjanjian Baru

Standar

Untuk perjanjian yang satu ini biasanya orang begitu antusias menyambutnya. Perjanjian ini menyerap waktu, tenaga, dan pikiran yang tidak sedikit dalam persiapannya.

“Ya itu, kan, karena kamu memang lebih dulu menemukan pelengkap semestamu,” ujarku pada seorang teman yang akan menikah. Ya, menurutku dia memang dipertemukan lebih dulu dengan pelengkap semesta dirinya, jodohnya.

Pada tulisanku sebelumnya aku pernah bilang bahwa “atmosfer” Desember adalah wilayah keputusan-keputusan penting dibuat, hal-hal penting terjadi, selain itu bulan kelahiranku (kata ibuku :D). Dan, benar saja. Bulan Desember 2014 ini aku mendapatkan lima undangan pernikahan. Lima peristiwa penting dalam hidup orang-orang yang kukenal. Akan sedikit kuceritakan siapa-siapa saja yang mengundang berurutan.

10 Desember 2014
Wulan, teman kantor. Akad nikah dan resepsinya pada hari Rabu, hari kerja. Menjelang jam istirahat kerja kami sekantor bedhol kantor ke acara resepsi pernikahan Wulan dan suaminya. Aku mendapat suvenir berupa enthong bertuliskan nama kedua mempelai. Tapi, menurutku bentuk enthong itu lebih mirip dayung. Ah, mungkin itu memang simbol dayung. Dayung untuk mengarungi bahtera kehidupan… (*halah)

13 Desember 2014
Andri, teman sekolah putih abu-abu. Perkembangan jaman memberi ruang bagi undangan pernikahan yang tidak berupa fisik. Aku diundang Andri melalui aplikasi Events di Facebook. Aku bilang kepada Andri bahwa aku akan datang pada sesi akad nikahnya. Akad nikah adalah hal paling inti dari rangkaian acara undangan pernikahan, selain pada hari Sabtu itu aku berbagi waktu untuk kegiatan lain.

Berangkat pagi dari Jogja mengisi lengangnya jalanan Jogja-Magelang di akhir pekan. Setelah melihat jam, kukira terlambat menghadiri akad nikahnya di dekat Candi Borobudur. Tapi, rupanya aku sampai di masjid tempat akah nikah lebih dulu daripada calon pengantinnya😀. Dan mulai hari itu aku mengakrabi jalur alternatif Jogja-Magelang yang mengasyikkan dan insya Allah antimacet.🙂

20 Desember 2014
Pada tanggal ini terdapat dua undangan pernikahan. Yang pertama, Yusuf, saudara sepupu. Karena memiliki jadwal undangan pernikahan yang lain juga maka aku berangkat terpisah dari keluarga. Sabtu pagi, akad nikah Yusuf dan istrinya di Masjid Agung Kauman, Kota Magelang. Lepas akad nikah Yusuf aku menghadiri resepsi Ika di tempat yang tak jauh dari lokasi acara Yusuf.

Kedua, Ika, teman kantor. “Kalau editor dan penulis menikah suvenirnya gini, ya. Buku notes,” kataku pada seorang teman sambil memegang suvenir blocknotes putih. Blocknotes, tidak asing bagi yang suka tulis menulis.

“Seharusnya novel,” ujarnya sambil bersiap menyantap hidangan. O, iya! Novel sebagai suvenir pernikahan. Novel yang ditulis dan dicetak sendiri. Tampaknya itu ide yang menarik.😀

Sebagian teman kantor hadir bersama keluarganya dan kudapati kabar bahwa jalanan Jogja-Magelang sangat macet di kawasan Muntilan. (Yak, naluri pejalan alternatif bangkit :D)

27 Desember 2014
Anisa’, teman kantor. Bentuk undangannya unik, ada konten pop up-nya. Acaranya di Tulungagung, gaes… Maaf ya, Ica, nggak bisa datang. Salah seorang teman kantor yang datang menghadiri pernikahan Ica dan suami mengirimkan foto pernikahan Ica ke grup WhatsApp kantor. Tampak wajah Ica berseri dan agak bikin pangling. Ya, semestanya kini melengkap.

Semoga keluarga yang dibangun teman-teman yang menikah tersebut penuh berkah dan mereka dikaruniai keturunan yang menjadi penyejuk hati bagi orangtuanya.

“Biasanya kalau dapat banyak undangan itu, dia yang kemudian gantian mengundang. Temanku ada yang seperti itu,” ujar kakak iparku kepadaku tentang lima undangan tersebut. (Beneran, mbak? Wah… :D) Kakak iparku sedang mengandung anak pertamanya. Tujuh bulan kandungannya terhitung bertepatan dengan tanggal kelahiranku. (Ya, lagi-lagi Desember berkesan🙂 )

Bila sebelum terlahir ke dunia saja manusia menyepakati perjanjian dengan Tuhan, masa iya, sih, untuk memulai hidup baru dengan orang terkasih tidak mengajak Tuhan turut serta melalui perjanjian bernama pernikahan?

Sleman, 31 Desember 2014
Rahmat Tsani H.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s