Dalam Waktu yang Entah

Standar

wpid-dalamwaktuyangentah_up.jpg

satu per satu temannya ia salami
satu dua teman dipeluknya
diciumnya takzim tangan sang ayah,
lalu pipinya, lalu keningnya, lama…
lesu dan menerawang mata sang ayah
tegar wajah si gadis memasuki pintu keberangkatan

berpisah, pastikah terlepas?
berpisah dalam waktu yang entah,
waktukah yang menjadi beban?
apakah beban adalah sifat waktu
ataukah naluri manusia menganggap waktu sebagai beban?

diam-diam aku menaruh curiga
berpisah dalam waktu yang entah dengan Penciptanya,
dalam bahasa yang tidak manusia pahami saat ia lupa bahwa ia manusia,
adalah penyebab manusia menangis saat lahirnya

(ruang tunggu Bandara Adisutjipto, Mei 2015)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s