Efek Samping Naik Gunung

Standar

Jika gunung tercipta sebagai tempat untuk gaya-gayaan maka tidak mungkin ada cerita Musa berlelah-lelah ke puncak gunung untuk mencoba memburu wujud Penciptanya, bangunan pura didirikan di ketinggian atau di ujung tebing, atau Muhammad dipertemukan dengan Jibril saat berada ketinggian untuk menerima wahyu pertama.

Bahwa ternyata gunung adalah tempat menarik untuk mengambil gambar, sebenarnya itu hanya efek samping. Maka tidak heran kalau alam, dalam hal ini gunung, mengijinkan dirinya terbakar untuk mengingatkan pemijaknya tentang bagaimana sebaiknya memperlakukan alam sejak dalam niatnya.

Sayangku, kupercaya alam pun berbahasa

Ada makna di balik semua pertanda

(Dewi Lestari, Firasat.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s