Seksi

Standar

Seksi. Itu salah satu topik ngalor ngidul yang teman-teman kantor bicarakan tadi saat jam makan siang di suatu rumah makan. Seorang teman laki-laki menanyaiku tentang bagaimana jika ada perempuan seksi di kantor, suka nggak?

Aku yang sejak mendengar topik tersebut bergulir di teman-teman, yang ada di pikiranku hanya satu: seksi yang sempurna itu

luar dalam. Maksudku kalau seksi secara fisik saja, ya itu baru seksi secara kulit luar. Sedangkan seksi seutuhnya adalah keindahan yang kutangkap dari caranya berpikir, caranya bersikap, caranya memandang sesuatu, di samping keindahan fisiknya.

Jadi, kalau aku ditanya suka atau nggak, sebagai laki-laki normal secara fisik jelas suka. Namun jawaban yang terlontar dariku kurang lebih, “Seksi sebenarnya itu setelah dikenali,” yang disambut gerr teman-teman.

Setiap orang mungkin punya definisi seksi yang bisa jadi berbeda. Bisa titik beratnya pada sisi luar, sisi dalam, maupun keduanya.

Karena ternyata mengagumi suatu keindahan yang berhenti pada sisi luarnya saja tidak cukup. Ini kudasarkan pada cara pandang bahwa seorang perempuan suatu saat akan menjadi pendamping hidup dan menjadi ibu bagi anak-anaknya.

Maka, laki-laki sebaiknya paham batasan-batasan menyikapi keseksian yang hadir di hadapannya. Mudah? Belum tentu. Sulit? Bukan tidak mungkin diatasi. Omong kosong? Renungkanlah dulu dengan jernih.

2 thoughts on “Seksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s