Tentang #AADC2

instagram.com/erteha_
Standar

Semua perihal diciptakan sebagai batas. Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain.

(Batas, M Aan Mansyur)

Begitu pula tiket bioskop, lembaran antara kursi penonton satu dengan penonton lainnya, juga antara halaman buku yang sudah dan belum dibaca.

Mungkin itu alasan #tidakadanewyorkhariini terbit tanpa pembatas buku, agar tiket #AADC2 dijadikan pembatasnya. Alasan yang kubuat dan kubayangkan sendiri tepatnya, juga yang kulakukan.

Puisi Rangga versi Rako Prijanto di #AADC1 lebih enak disimak daripada versi #AADC2. Sinematografi #AADC2 jauh lebih hidup daripada #AADC1. Jelas, teknik bikin film makin berkembang. Tapi, musik scoring-nya masih lebih mengena #AADC1. Begitu menurutku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s