“Pelangi” dan Sajak yang Belum Selesai Ditulis (1)

Standar

“When you’re happy you enjoy the music. When you’re sad you understand the lyrics.”

Begitu tulisan post yang belum lama ini ada di fanpage tidak resmi vokalis idola, Hayley Williams. Fanpage buatan fans. Entah itu benar Hayley yang menyebut begitu atau bukan. Kamu sepakat dengan pernyataan itu? Aku sendiri antara ya dan tidak. Tapi, nge-like postingan itu juga, sih.😀

Tentang Pelangi

“Dasar umat ketinggalan info!” gumamku pada diri sendiri. Sudah lebih dari seminggu ini aku menyimak single terbaru HiVi!, Pelangi. Replay, replay, dan replay setiap hari dan baru sadar kalau vokal perempuannya berbeda setelah tadi malam adikku, yang juga ikut mendengarkan, bilang, “Kok, beda, ya, (dengan vokal perempuan sebelumnya)?” Sebelumnya kami mendengarkan Siapkah Kau ‘Tuk Jatuh Cinta Lagi. Lalu, aku browsing dan ternyata benar, Dea mengundurkan diri sejak Maret 2016 lalu. Nah, ketinggalan info sebagai penyuka lagunya.

Oke, aku memang belum pernah lihat penampilan HiVi! secara langsung. Paling jauh aku baru menyimak live-nya HiVi! dari kanal Youtube Sounds from The Corner dan langsung jatuh cinta dengan vokal-tinggi-lembut-pas-nya Dea. Kukira vokal perempuan bernada sejenis itu di Pelangi juga masih Dea. Ternyata milik penggantinya, Neida.

Tutup buku.

Tutup buku.

Di video klip Pelangi, kukira bahasa visual penutupan buku berlogo HiVi! cuma sebatas penggantian logo HiVi! lama menjadi logo yang baru yang tampil di akhir video klip. Tapi, ternyata itulah bahasa visual tentang HiVi! yang baru, formasi baru. Dan dipuncaki dengan terisinya kursi kosong untuk vokalis tandem Ilham. Kukira talent perempuan berbaju putih di video klip Pelangi hanyalah talent untuk kebutuhan storytelling video klip. Ternyata itu Neida.

Kurasa HiVi!, dengan produser dan songwriter-nya, telah berhasil mengemas Pelangi sebagai single terbaru untuk mengenalkan formasi baru. Lirik yang dalam dan mudah dicerna. Aransemen yang minim instrumen tambahan selain instrumen gitar yang dimainkan Febri dan Ezra. Dan terutama, vokal Neida sepenuhnya tanpa vokal Ilham, sehingga menonjolkan karakter vokal indah Neida sebagai perkenalan vokalis baru. Plus, storytelling video klipnya. Inilah HiVi! yang baru.

HiVi! - Pelangi

HiVi! – Pelangi

Bagian lirik yang tertulis dalam gambar di atas itulah yang selalu membuatku merinding, sesekali gemas, setiap mendengarkan Pelangi. Bahkan ketika aku iseng menuliskan bagian lirik itu di aplikasi catatan di smartphone juga agak merinding. Selain karena bagian itu dinyanyikan dengan vokal pemungkas cerita lagu, bagian lirik itu selalu mengingatkanku pada gagasan utama sajak yang belum selesai kutulis.

bersambung: “Pelangi” dan Sajak yang Belum Selesai Ditulis (2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s