“Pelangi” dan Sajak yang Belum Selesai Ditulis (2)

Standar

Sajak yang Belum Selesai Ditulis

Beberapa bulan lalu, di tengah mengerjakan proyek freelance, beberapa ide menulis sajak datang. Sebagian sudah kurumahkan di sini. Ada satu judul sajak yang belum selesai kutulis dan masih tersimpan di laptop.

Sajak tersebut memiliki gagasan utama tentang pencarian. Pencarian dalam pola umum, maksudku gagasan itu bisa ada pada banyak jenis pencarian. Misal, pencarian akan bidang ilmu yang ingin ditekuni, pemilihan bidang karir, penelitian produk untuk dilempar ke pasar, pencarian aransemen yang enak dalam penulisan lagu, bahkan sampai urusan pencarian pasangan jiwa. Idiom dalam sajak itu adalah kita adalah bumi yang baru tercipta.

Sindoro, Sumbing, Slamet

Menurut kisah penciptaan bumi, bumi mengalami gempa, goncangan-goncangan, tidak menentu permukaannya. Hingga akhirnya diciptakan gunung. Bumi kemudian diam. Gunung-gunung memaku bumi. Pergerakan permukaan bumi tidak lagi liar.

Pencarian manusia, apa pun jenis pencariannya, kuibaratkan bumi yang baru tercipta. Masih bergolak ke sana kemari. Hingga akhirnya diberikan “gunung” berupa semisal, pemahaman, pekerjaan yang nyaman dijalani, aransemen yang pas untuk lirik lagu, pemecahan masalah yang dihadapi, bahkan pasangan jiwa.

Nabi Ibrahim pun dulu semasa mudanya mengalami proses pencarian yang besar. Menyangka bahwa kekuatan teragung adalah bulan, namun ternyata bulan tergantikan oleh matahari. Tapi, matahari pun ada waktunya hilang dari pandangan. Hingga akhirnya nabi Ibrahim menemukan Tuhan sebagai kekuatan agung pencipta dan pengurus semesta-seisinya.

HiVi! - Pelangi

HiVi! – Pelangi

Hubungannya dengan lirik HiVi! Pelangi, yaitu proses pencarian kita yang demikian ke sana kemari itu berpotensi dipandang oleh pihak di luar diri kita sebagai bila tak ingin di sini, yang sedemikian dianggap mengganggunya kita hingga ia berharap kita jangan berlalu lalang lagi. Kita bisa dianggap mempermainkan orang lain, padahal tidak ada sedikit pun niat kita untuk mempermainkan orang lain. Misalnya dalam hal bagian lirik itu, dianggap mempermainkan perasaan.

Mencari ke sana kemari itu boleh. Bergerak ke sana kemari itu wajar. Itulah kondisi manusia yang sedang mengalami belum-menemukan.

Maka, kurasa dalam proses pencarian pun perlu diiringi kehati-hatian. Kalau pun akhirnya kita masih dianggap merugikan atau melukai pihak di luar diri kita, ada baiknya kita sambil berdoa semoga Tuhan berkenan menyegerakan penggantian kerugiannya, penyembuhan lukanya.

HiVi! - Pelangi

HiVi! – Pelangi

Dan “gunung” sejati yang membuat manusia terdiam, mendapatkan puncak sejati dari pencariannya, adalah kematian. Dalam kematian manusia menemukan jawaban terpasti dari segala pertanyaannya, titik paling henti dari pencariannya.

Jadi, kesimpulannya …

bersambung: “Pelangi” dan Sajak yang Belum Selesai Ditulis (3-habis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s