“Pelangi” dan Sajak yang Belum Selesai Ditulis (3-habis)

Standar

Jadi?

Naskah drama yang belum/tidak jadi dipentaskan itu ada. Lukisan yang belum/tidak selesai dilukis oleh seorang pelukis juga ada. Lagu ciptaan musisi yang belum/tidak diperdengarkan ke publik juga ada. Begitu pula, kemarin kubaca di bukunya, pengakuan seorang penyair ternama akan salah satu judul puisinya yang belum diselesaikannya juga ada. Dan aku sekarang mengalaminya, ada ide yang belum selesai kukemas menjadi sajak.

Pada bulan yang sama tahun lalu aku menyimak Siapkah Kau ‘Tuk Jatuh Cinta Lagi, tahun ini menyimak Pelangi. Feel-nya beda ketika menyimak keduanya, karena cerita yang dijalani seseorang kemarin dan hari ini sangat mungkin berbeda. Ada keasyikan tersendiri ketika aku meraba-raba proses kreatif suatu karya orang lain. Karena itu seringkali mengantarkanku mempelajari pengetahuan-pengetahuan baru.

Jadi, …. Terkadang kamu punya prinsip. Untuk sekian waktu prinsip itu menjadi gagasan yang kamu yakini kebenarannya. Suatu saat datang momentum yang menguji gagasanmu itu. Masihkah atau seberapa-kuatkah kamu meyakininya?

CN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s