Tanpa Aksara

dalam rangkai-aksaramu
pada caraku menatapmu
sama
masih ada yang sengaja disembunyikan

mataku malas mengantarmu pergi usai kujabat tanganmu, karena itu berarti ia akan menjumpai lagi darimu: senyuman tanda baca, perulangan dua huruf tawa, dan tersekatnya suara

butuh lebih banyak tatap muka
tanpa perantara aksara
untuk menjadi kita

FYI, tentang hal di atas aku menemukan padanannya ketika suatu hari menjajaki kemungkinan pengembangan aplikasi mobile. Pilihannya ada dua: hybrid apps atau native apps. Nah, bertatap muka itu mengandung sifat native manusia, seperti sifat native apps yang lebih mungkin memperkaya fitur aplikasi karena kesamaan basis dengan sistem operasi perangkat.

Nggak ngerti, ya? Oke, jangan dipaksain ngerti. Lha, wong dalam beragama saja nggak boleh ada paksaan, kok.

#30hbc1709

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s