Alasan

Anak muda itu tumbuh dewasa dengan pemandangan satu neneknya yang lumpuh hingga akhir hayat dan alzheimer pada neneknya satu lagi yang masih hidup. Satu kakeknya telah wafat sebelum ia lahir dan satu kakeknya lagi veteran perang kemerdekaan dengan kesehatan yang makin menurun.

Tak jarang ia terlibat diskusi dengan orangtuanya tentang pemeriksaan medis kakek dan neneknya. Perlahan ia menyadari bahwa kondisi tua seseorang tidak pernah diketahui pasti sejak muda.

Terbit kekhawatiran jika kelak ia mengalami keadaan seperti para kakek dan neneknya, bagaimana lagi mengungkapkan cintanya kepada orang-orang tercintanya? Bagaimana jika alzheimer akutnya menyusahkan orang-orang tercintanya kelak?

Lirih ia berdoa agar kelak dijauhkan dari kondisi itu selagi lanjut usia. Tapi, terbit kekhawatiran lain dalam hatinya: bagaimana jika kelak ia juga lupa kepada Mahapenjaga Hidupnya?

Timbul dalam hatinya: meniatkan setiap satu putaran keping darahnya sebagai satu sebutan nama Mahapenjaga Hidupnya. Entah itu niat yang tepat atau tidak, yang ia pedulikan hanyalah bagaimana caranya tetap menjaga cinta selagi darah masih bergerak dalam tubuhnya.

#30hbc1717

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s