Narasi Pagi

Narasi Pagi

dingin belum ingin melepaskan dekapannya, namun ia tidak tinggal pada matahari yang mulai meninggi

aku sedang meragukan jabat tangan terakhir sebagai perpisahan yang sebenarnya sejak jabat tangan itu berubah jadi dekapan di dalam ingatan

pada lupa yang tidak diinginkan dekapan itu selesai

22

#30hbc1722

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s