Menyesap Manis Film Galih & Ratna

image

CD album soundtrack Galih & Ratna

Manis adalah kata ganti untuk film ini. Begitu pikirku. Ambillah beberapa adegan secara acak, misal adegan perkenalan Ratna dan Galih dengan iringan lagu Dari Rindu Kepada Rindu bervokal lembut, lirik Hampir Sempurna dalam lagu pertama yang didengar Ratna di angkot dari mixtape pemberian Galih, hingga adegan penutup film ini. Ya nggak cuma manis juga, sih, ngakaknya juga dapet.

Sebentar, apakah nggak ngerasain masa seragam putih abu-abu seperti dalam film itu patut kusesali? Lha gimana, aku di sekolah kejuruan berbasis teknik yang hampir semua muridnya laki-laki. Paling nggak aku bersyukur karena nggak suka sama sesama jenis. Lagipula nggak ada murid manis-manis jambu–limited edition macam Ratna di sekolahku.

Aku sempat curiga sepanjang nonton filmnya, jangan-jangan tokoh Ratna itu aku versi perempuan; ya sagitarius, ya perhatian dengan kata yang ditulisnya dan lirik lagu yang didengarnya, hingga ketertarikan dengan artwork album fisik. Tapi, aku juga sepakat dengan Galih kalau semua lagu dalam suatu album musik adalah keseluruhan cerita dari si musisi meski ada track tertentu yang nggak kita suka dengarkan.

CD album soundtrack di atas kuminati karena mendengar Sebuah Nama di radio Geronimo FM yang dinyanyikan Cantika Abigail enak di telingaku. Namun lagu yang dinyanyikan Ratna, Gita Cinta, tidak termasuk dalam CD album tersebut karena ada di album baru Sheryl. Lagu itu salah satu dari dua lagu yang dimainkan live sama Sheryl waktu siaran di Gero dengan suara indahnya yang bikin merinding.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s