Terharu #ceritapaman

Sore kemarin waktu aku bekerja dengan laptop anak ini dengan tergagap menanyaiku, “O..oo’..o’…. mii..ii…num apa?”

image

Nggak ketemu omnya dari sebelum bangun pagi sampai menjelang maghrib karena urusan kerjaan. Begitu aku pulang dibuntuti terus sampai di depan kamar mandi waktu bersih-bersih badan. Selesai itu nyandar tiduran dan nyanyi-nyanyi.

Haru menjalariku waktu melihat ekspresi wajah dan tubuhnya yang berusaha keras berkata-kata untuk menyampaikan gagasannya. Sekitar seminggu terakhir dia belajar bicara dengan merangkai kata sendiri.

Sambil kuletakkan gelas kopi yang barusan kuminum kujawab, “Minum kopi.”

Spontan dia tanya lagi dan lebih lancar, “Kopi mana?”

Kujawab tenang, “Kopi hitam. Ini, lho, sama kayak warna HP-nya ayah,” jawabku sambil meletakkan HP ayahnya di sebelah kopi lalu melanjutkan, “ini namanya warna hi…tam… Sama, kan, warnanya? Apa? Hi-tam.”

Kata ‘hitam’ lalu coba ditirukannya seperti mendapatkan kosakata baru.

Ada sayang yang bertambah waktu aku melihat usaha keras keponakan 2 tahunku ini berbicara, yang berlipat lagi ketika semalam aku terpikir: jika tergagapnya anak dalam mengeja kata bisa membuat orang dewasa tersentuh, lalu bagaimana dengan tergagapnya manusia dalam mengeja cinta kepada Tuhannya? Nggak kebayang bakal secinta apa nantinya Tuhan ke manusia itu.

Aku jadi belajar dari kamu, dek Upi, dan sebisa mungkin tetap ikut mengawal tumbuh kembangmu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s