Curhat Tomat

Tadi malam aku mau masak dan butuh tomat. Berhubung di kulkas nggak ada tomat yang siap dimasak, aku beli di Pasar Lempuyangan.

image

Dua buah tomat yang kubeli.

Cuma butuh dua buah tomat dan yang membuatku terkesiap adalahdua butir harganya Rp 3.500,-! Tapi, oleh ibu penjualnya aku dibilang cukup bayar Rp 3.000,- saja.

Sampai rumah aku misuh semisuh-misuhnya. Jadi, di negeri yang mahasubur ini, tomat dua butir tiga ribuan. Sudah separah itu memang negeri ini diurus, sampai-sampai harga tomat bisa semelambung itu.

Menurutku harga tomat segitu itu keterlaluan tingginya. Di negeri yang tongkat, kayu, dan batu saja bisa jadi tanaman, menurut logika sederhana bukan setinggi itu harga pantasnya. Di negeri mahasubur sepantasnya dua buah tomat Rp 1.000,- sudah terlampau mahal.

Kalau memang harga tomat di negeri mahasubur setinggi itu sudah jadi kebenaran yang tidak boleh dipertanyakan, berkelanjutan, dan membuahkan hukuman bagi pengkritisi pengurus negeri, maka makna lagu Nusantara dan Kolam Susu-nya Koes Plus bisa jadi batal dan mengarah pada pembohongan publik. Ngerti maksudku, kan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s