Menyesap Manis Film Galih & Ratna

image

CD album soundtrack Galih & Ratna

Manis adalah kata ganti untuk film ini. Begitu pikirku. Ambillah beberapa adegan secara acak, misal adegan perkenalan Ratna dan Galih dengan iringan lagu Dari Rindu Kepada Rindu bervokal lembut, lirik Hampir Sempurna dalam lagu pertama yang didengar Ratna di angkot dari mixtape pemberian Galih, hingga adegan penutup film ini. Ya nggak cuma manis juga, sih, ngakaknya juga dapet.

Sebentar, apakah nggak ngerasain masa seragam putih abu-abu seperti dalam film itu patut kusesali? Lha gimana, aku di sekolah kejuruan berbasis teknik yang hampir semua muridnya laki-laki. Paling nggak aku bersyukur karena nggak suka sama sesama jenis. Lagipula nggak ada murid manis-manis jambu–limited edition macam Ratna di sekolahku.

Aku sempat curiga sepanjang nonton filmnya, jangan-jangan tokoh Ratna itu Baca lebih lanjut

Iklan

Tentang #AADC2

Semua perihal diciptakan sebagai batas. Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain.

(Batas, M Aan Mansyur)

Begitu pula tiket bioskop, lembaran antara kursi penonton satu dengan penonton lainnya, juga antara halaman buku yang sudah dan belum dibaca.

Mungkin itu alasan #tidakadanewyorkhariini terbit tanpa Baca lebih lanjut

Tentang Superhero, Christopher Nolan, dan Hans Zimmer

Nggak jarang di sosmed nemu meme tentang film Batman V Superman. Sedikit banyak spoiler tentang ceritanya, sih. Tapi, itu nggak penting buatku. Aku mau nonton BVS karena menyukai film-film yang di belakang layarnya ada Christopher Nolan dan Hans Zimmer. Mungkin ini terakhir kalinya kolaborasi mereka di film superhero. Nolan mengungkap ia tidak lagi akan mengangkat cerita film dari DC Comics, begitu pula Zimmer yang memutuskan pensiun dari mengerjakan musik scoring film superhero.

Setelah nyimak BVS jadi makin ngerti kenapa Baca lebih lanjut