Dicangar Obat #ceritapaman

Sampai dengan tulisan ini ditulis Upi masih batuk berdahak. Dahak belum keluar betul dari tenggorokannya. Mungkin juga karena dia masih dua tahun, belum punya kesadaran bagaimana mengeluarkan dahak dari tenggorokan seperti orang dewasa. Kasihan juga, sih, kalau lihat wajahnya pas batuk berat gitu.

image

Disuapin ibunya makan puding pelangi yang barusan kubelikan. Puding yang ia minta sendiri dalam kondisi susah makan waktu sakit.

Obat yang harus diminumkan, yaitu Baca lebih lanjut

Iklan

Ingatan Terlampau

“Dek, om minta,” kataku lalu tangannya menyuapiku secuil roti yang sedang ia makan. Waktu itu masih satu setengah tahun umur keponakanku ini.

Berapa tahun usia paling muda manusia bisa merekam jelas suatu ingatan? Itu pertanyaanku akhir-akhir ini. Kukira setiap orang akan memiliki jawaban rentang usia ingatannya yang berbeda-beda.

Aku masih ingat dengan jelas ketika Baca lebih lanjut

Matematika Intuitif

“Apakah kamu tega pada anakmu kelak dengan memasukkannya ke sekolah formal?” gumamnya pagi itu pada dirinya sendiri. Cerita teman-temannya tentang tingkah anaknya masing-masing dan kegiatan sekolahnya menyiratkan kebenaran bahwa setiap anak terlahir istimewa.

Matematika melambangkan kesucian. Kamu marah, jatuh cinta, sedih, atau sedang bahagia setinggi langit, tiga dikali lima tetaplah lima belas, sepuluh ditambah satu selalu sebelas. Pun begitu dengan anak. Keunikan pada setiap anak perlambang Baca lebih lanjut

Bulan Sabit Pagi

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Aku sedang dalam perjalanan malam Jogja-Jakarta ketika mendapatkan kabar bahwa menurut dokter kandungan ibunya bayi ini harus dilahirkan melalui operasi caesar. Posisi bayi sampai saat mendekati HPL melintang di dalam rahim ibunya. Bayi ini kini berusia dua minggu. Mungkin ia bosan diajak ngobrol terus dari luar kandung rahim ibunya, maka ia minta keluar lebih cepat seminggu dari HPL-nya.

Aku menantikan betul kelahirannya. Ketika mengetahui ia akan lahir lebih cepat dari HPL aku agak deg-degan juga. Apalagi mengingat posisinya di dalam kandungan dan gerakan aktifnya. Yang bisa kulakukan yaitu mencoba berkomunikasi dengannya dalam bahasa ruh. “Dik, tenang ya, dik. Bantuin ibumu ya, dik,” batinku dalam simpuh setelah sholat subuh. Pukul 5 pagi ia keluar dari kandung rahim ibunya. Bayi laki-laki. Operasi caesar berjalan lancar.

Saat melihatnya dibawa keluar dari ruangan bedah kulihat Baca lebih lanjut

Sepenggal Karangasem #2: Menjadi Anak-anak?

Pagi itu jalanan masih basah karena hujan semalam. Aku berangkat kerja pagi itu dengan berjalan kaki karena jarak rumah kost dan tempat kerja memang tidak jauh. Selain karena semalamnya motor kutinggal di rumah sakit sebab pintu gerbang kost sudah terkunci. Rumah kost di sebelah SMP Negeri 1 Karangasem, tempat kerja di rumah sakit Karangasem.

Perjalananku pagi itu hanya sebentar, tapi berkesan. Dari kost menuju RS melewati Baca lebih lanjut