Persangkaan dan Kemesraan

Sosmed biru-putih kemarin menawariku untuk membagikan memori unggahan sekian tahun lalu. Sebuah foto di bawah ini. Tapi, tawaran itu kutanggapi dingin.

Ceritanya ada di bawah ya…

Itu foto saat aku menjadi Baca lebih lanjut

Iklan

Bulan Madu dan Bulan Padu

Kusimpulkan dua hal tentang suasana yang terasa akhir-akhir ini, yaitu suasana bulan madu dan bulan padu. Padu dalam Bahasa Jawa berarti bertengkar, berbantah-bantahan karena selisih paham. Wilayah bulan madu adalah saat diri tidak ikut masuk pada arena berbantah-bantahan, tidak ikut arus pertengkaran. Dengan jauhnya diri dari lingkaran panas perselisihan paham maka diri itu akan merasa lebih damai.

Kupikir mirip-mirip juga dengan Nabi Ibrahim ketika dikerubung api namun tidak ikut terbakar. Kuasa Tuhan menyelamatkannya. Tentu Nabi Ibrahim berbekal tersambungnya hati dengan Tuhan. Nabi Ibrahim paham tentang bagaimana matanya harus dibawa melihat kejernihan.

Ah, memilih masuk pada Baca lebih lanjut

“Menangkap” Gunung-gunung Berterbangan dari Puncak Suroloyo

Yang sempat aku pikirkan dari kemarin, hari ini mendapat tanggapan juga di koran. Ini tentang “menangkap” gunung yang berterbangan, satu pandangan yang aku tangkap setelah main ke Puncak Suroloyo minggu lalu. Di bawah nanti ada sedikit capture dari koran yang kubaca hari ini (Rabu, 2 Mei 2012).

aku, Merapi & Merbabu - @Puncak Suroloyo

Beberapa hari setelah main ke Puncak Suroloyo dan melihat gunung-gunung di tanah Jawa sejauh mata memandang, aku jadi ingat salah satu guruku waktu kelas 3 SD di Surabaya dulu, Pak Sulaiman. Ketika itu beliau membicarakan gunung-gunung yang berterbangan seperti rama-rama atau kapas, kapas yang dihambur-hamburkan.

Waktu kaki sudah benar-benar mapan menginjak Puncak Suroloyo, yang jadi perhatianku pertama kali adalah puncak Gunung Merapi yang tampak begitu rusak pasca erupsi 2010 lalu. Dinding luar kawahnya pecah-pecah sepert baru saja mendapat tembakan keras dari dalam. Coba bayangkan lembaran logam yang berlubang karena ditembus benda keras, kondisi lingkar lubang itulah yang kira-kira terjadi pada puncak Merapi.

Puncak Merapi yang kutangkap dari Puncak Suroloyo

Selain memperhatikan Merapi, di sebelah Merapi ada Gunung Merbabu, lalu tampak beberapa puncak gunung lainnya yang bisa dijangkau mata di Puncak Suroloyo.

Setelah mengurai ingatan tentang gunung berterbangan Pak Sulaiman itu seketika ingatanku ke Suroloyo yang bisa melihat gunung-gunung dari situ. Coba kamu bayangkan, seperti apa kira-kira gunung yang berterbangan itu? Apakah bentuk kerucut besar gunung itu seketika melayang dari tanah? Masa iya sih begitu? Kayaknya sih kurang logis untuk jangkauan pikir manusia.

Waktu Pak Sulaiman menerangkan gunung berterbangan itu, yang kupikirkan yaitu gunung dalam bentuk segitiga kerucut itu melompat-lompat terbang. Pikiran polos anak SD… 😀

Coba disimak, ini cuplikan yang waktu itu diterangkan Pak Sulaiman: Baca lebih lanjut