Dicangar Obat #ceritapaman

Sampai dengan tulisan ini ditulis Upi masih batuk berdahak. Dahak belum keluar betul dari tenggorokannya. Mungkin juga karena dia masih dua tahun, belum punya kesadaran bagaimana mengeluarkan dahak dari tenggorokan seperti orang dewasa. Kasihan juga, sih, kalau lihat wajahnya pas batuk berat gitu.

image

Disuapin ibunya makan puding pelangi yang barusan kubelikan. Puding yang ia minta sendiri dalam kondisi susah makan waktu sakit.

Obat yang harus diminumkan, yaitu Baca lebih lanjut

Iklan

Terharu #ceritapaman

Sore kemarin waktu aku bekerja dengan laptop anak ini dengan tergagap menanyaiku, “O..oo’..o’…. mii..ii…num apa?”

image

Nggak ketemu omnya dari sebelum bangun pagi sampai menjelang maghrib karena urusan kerjaan. Begitu aku pulang dibuntuti terus sampai di depan kamar mandi waktu bersih-bersih badan. Selesai itu nyandar tiduran dan nyanyi-nyanyi.

Haru menjalariku waktu melihat Baca lebih lanjut

Pengalih Perhatian #ceritapaman

“Om, kenapa?” tanya anak ini sambil makan kedelai rebus waktu melihatku menopang dahi di lengan tadi menjelang maghrib.

image

Itu foto bulan lalu pada waktu yang sama usai syukuran ulang tahun keduanya, di sela omnya ngos-ngosan beresin lagi isi rumah dan dianya sampai malam masih aktif gerak bak diisi baterai alkaline.

“Itu om capek itu,” jawab omnya satu lagi, adikku, yang juga sedang makan kedelai rebus.

Aku lalu cengengesan ngeliatin
Baca lebih lanjut

Bulan Sabit Pagi

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Aku sedang dalam perjalanan malam Jogja-Jakarta ketika mendapatkan kabar bahwa menurut dokter kandungan ibunya bayi ini harus dilahirkan melalui operasi caesar. Posisi bayi sampai saat mendekati HPL melintang di dalam rahim ibunya. Bayi ini kini berusia dua minggu. Mungkin ia bosan diajak ngobrol terus dari luar kandung rahim ibunya, maka ia minta keluar lebih cepat seminggu dari HPL-nya.

Aku menantikan betul kelahirannya. Ketika mengetahui ia akan lahir lebih cepat dari HPL aku agak deg-degan juga. Apalagi mengingat posisinya di dalam kandungan dan gerakan aktifnya. Yang bisa kulakukan yaitu mencoba berkomunikasi dengannya dalam bahasa ruh. “Dik, tenang ya, dik. Bantuin ibumu ya, dik,” batinku dalam simpuh setelah sholat subuh. Pukul 5 pagi ia keluar dari kandung rahim ibunya. Bayi laki-laki. Operasi caesar berjalan lancar.

Saat melihatnya dibawa keluar dari ruangan bedah kulihat Baca lebih lanjut