Dimatikan Untuk Menghidupkan

*Catatan dari Tulisan Dokter #1

Di sela hari-hari membaca buku ini aku mendapat kabar meninggalnya saudara dari salah seorang temanku. Sebelum meninggal, saudara temanku tersebut kabarnya sempat mengalami koma selama beberapa waktu yang disebabkan virus yang menyerang otaknya. Meningitis. Virus meningitis menjadi salah satu “tokoh utama” dalam buku yang kubaca tersebut, Proof of Heaven.

Bagaimana rasanya mengalami koma? Apakah sama pengalaman setiap orang yang koma? Eben Alexander, MD menuliskan pengalaman komanya selama terjangkit virus meningitis dalam buku ini. Eben yang dokter spesialis bedah saraf menyebut pengalaman ini sebagai near-death experience (NDE).

IMG_20140312_144631

Eben kerap menangani pasien-pasien yang mengalami NDE. Namun baginya, Baca lebih lanjut

Iklan

Separuh Buku Luar Biasa

Baru separuh buku luar biasa ini habis kubaca. Rasanya kok sayang sekali kalau cepat-cepat selesai membaca habis buku ini. Dan terus terang memang aku tidak bisa cepat-cepat membaca buku ini demi memahami maksud dari kalimat-kalimat yang penulisnya sampaikan.

Buku ini berjudul Proof of Heaven, berisi kisah pengalaman “pengelanaan” seorang dokter ahli bedah syaraf bernama Eben Alexander, MD saat mengalami mati suri yang disebabkan oleh virus yang menyerang syaraf otaknya. Lebih lengkapnya siapa dia cari saja di Google atau simak pembicaraanya di Youtube.

Tengah malam tadi kulanjutkan membaca buku ini sampai pada bab Berkah Melupakan. Aku beberapa kali bergumam mengagumi apa yang Eben tulis di bab ini, terutama pada beberapa paragraf akhir bab. Akan kucoba meringkas inti beberapa paragraf akhir bab tersebut.

Proof of Heaven, versi terjemah Bahasa Indonesianya diterbitkan oleh Bentang Pustaka.

Proof of Heaven, versi terjemah Bahasa Indonesianya diterbitkan oleh Bentang Pustaka.

Eben mengungkap bahwa

Baca lebih lanjut

Serunya Soft Launching “Laskar Pelangi Song Book”

Kalau ada Laskar Pelangi Song Book, apakah akan ada juga Song Book untuk Sang Pemimpi – Edensor – Maryamah Karpov?

Selain track-track lagu, apa bedanya kisah Laskar Pelangi yang novel dengan Laskar Pelangi Song Book?”

Dua pertanyaan itu yang sebenarnya aku siapkan ketika Pak Salman Faridi (CEO Bentang Pustaka) yang memandu acara meminta hadirin menyiapkan pertanyaan untuk Andrea Hirata, tapi ternyata sesi tanya jawab tidak ada sampai akhir acara. 😉

Cukup gayeng juga acara soft launching Laskar Pelangi Song Book (LPSB) di toko buku Togamas Gejayan, Yogyakarta, beberapa saat tadi. Sang penulis, Andrea Hirata hadir ditemani penyanyi new comer, Meda. Menurut Andrea pula, paradigma tentang bincang sastra harus diubah, bincang sastra itu harus fun, harus menyenangkan.

Yang aku tangkap, LPSB ini sebuah buku berlatar kisah Laskar Pelangi dengan CD berisi 6 track lagu ciptaan Andrea Hirata sendiri. Maka menarik ketika Andrea bersama Meda menyanyikan beberapa lagu dari LPSB. Andrea main gitar, Meda yang nyanyi. Lagu-lagunya jauh lebih enak didengar daripada lagu-lagu Andrea yang ada di buku Sebelas Patriot (yang menurutku lebih terasa dipaksakan).

“Saya tidak ingin jadi musisi, ini hanya hobby.”, begitu ujar Andrea menekankan di awal. Sempat juga ia menyebut bahwa ada yang menanyakan padanya ‘download lagunya di mana, kak?’. 😀 Maka beberapa kali Andrea mengajak pembaca untuk jangan beli karya bajakan.

6 track lagu dalam LPSB adalah lagu-lagu yang jadi soundtrack serial Laskar Pelangi yang sempat tayang di salah satu stasiun TV swasta. Dinyanyikan oleh Meda dan Cut Niken.

Di tengah acara ada juga Baca lebih lanjut