Endorser Kawin Lari(?)

Standar

Meng-endorse kawin lari.

Itu yang kupikir waktu pertama kali nonton video klip baru ini. Dari sisi pesannya. Kesan ceritanya makin kuat karena yang mengisahkan sepasang manusia pada usia yang masih tampak sangat muda. Salah nggak, sih, kalau kita kepikiran hal itu setelah nonton video klipnya?

Ya, itu di video klipnya Afgan, Jalan Terus.

Selain itu sedikit catatan-catatanku setelah nonton video klip itu:
– Sinematografi terasa hidup. Bukan hanya kekinian, penggunaan drone juga pilihan aman untuk menghidupkan jalan cerita.
– Jalan cerita video klip bisa persis kutebak endingnya saat melihat adegan Afgan berlari di bawah hujan menjelang akhir lagu.
– Masih tentang jalan cerita, ya namanya anak muda, emosi bodohnya kerasa banget. Mobil mogok ditinggal, hape dibuang. Halooo, itu mobil kalo emang susah perawatannya ya dijual aja, bukan ditinggal, begitu juga hapenya (lumayan duitnya bisa dipake sewa rumah di awal nikah yaaa…).
Tapi, justru itu salah satu insight pemicu listrik rumah pasangan muda itu disegel (karena tunggakan bayarnya mungkin) sehingga keduanya berkonflik dan dipuncaki adegan pelukan damai (uuuhh…).
– Akting talent ceweknya dapet banget. Bagus.
– Lirik lagu, yaa… citarasa major label bangetlah.
– Aransemen lagu, instrumen orkestra memegang peranan penting hidupnya suasana lagu.
– Pertanyaanku, itu lokasi syutingnya di mana aja ya?

Kenapa video klip yang satu yang kubahas? Karena dari sekian video klip baru yang beberapa waktu terakhir kusimak di Youtube video klip itulah yang pesannya nyenggol-nyenggol gimana gitu, ya itu tadi, meng-endorse kawin lari atas nama cinta (mbeeekk….). “Jangan berhenti percaya cinta,” gitu kata liriknya. Ya, emang, sih. Tapi…. yowislah karepmu, Produser.

Lagu ini jadi soundtrack film Pinky Promise. Ya, ini lagu soundtrack yang ada di album terbaru Afgan, Sides. Mana yang ada duluan, skenario film atau lagunya? Ada skenario film lalu dibikin soundtrack dengan Afgan penyanyinya sehingga dimasukkan ke albumnya atau lagu itu materi utuh album yang kebetulan pas dengan kebutuhan soundtrack film? Aku, sih, nggak tahu. Tapi, sejak awal lihat video klip dan dengar lagunya di radio lebih tampak sebagai lagu yang berdiri sendiri.

Apapun tanggapannya, biar karya yang berbicara. Cendol, Gan?😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s