Merangkum Bahagia

Standar

“Jangan lupa bahagia”, kata sosmed. Lho, bahagia kok diper-lupa-kan? Bahagia itu diisi. Salah satunya dengan pergi-pergi.

Ini beberapa cerita pergi dalam rangka bahagia.

image

image

image

image

Sembilan Tahun Bersama WordPress

Standar

image

Hari ini dapat pemberitahuan dari WordPress. 9 tahun lalu mendaftarkan diri. Anniversary.

Blogmu masih aktif sampai 9 tahun itu nggak sebentar, lho. Ada masa ngalay, sampai memperhatikan betul setiap kata yang kutulis. Kesadaran berbahasa dan ber-EYD, meski sampai sekarang masih sering kepleset, juga terasah lewat ngeblog. Tentang kesadaran ber-EYD, sebenarnya terpicu sejak jaman
Lanjutkan membaca

TVC Blibli.com Juni 2016

Standar

Lagi suka sama iklan ini karena background musik Mendekat, Melihat, Mendengar MALIQ & D’Essentials versi yang seperti ini. Suka sejak pertama kali mendengarnya di televisi (padahal jarang bangettt nonton TV😀 ). Dari kemarin kucari di kanal Youtube Blibli.com, akhirnya nemu barusan. Dan belum ada 24 jam sejak diunggah, nih. Ye!😀

Ada juga versi lain TVC Blibli.com dengan background musik Mendekat, Melihat, Mendengar MALIQ & D’Essentials di Youtube. Sama bagusnya, tapi aku suka yang versi di atas.😀

 

“Pelangi” dan Sajak yang Belum Selesai Ditulis (3-habis)

Standar

Jadi?

Naskah drama yang belum/tidak jadi dipentaskan itu ada. Lukisan yang belum/tidak selesai dilukis oleh seorang pelukis juga ada. Lagu ciptaan musisi yang belum/tidak diperdengarkan ke publik juga ada. Begitu pula, kemarin kubaca di bukunya, pengakuan seorang penyair ternama akan salah satu judul puisinya yang belum diselesaikannya juga ada. Dan aku sekarang mengalaminya, ada ide yang belum selesai kukemas menjadi sajak.

Pada bulan yang sama tahun lalu aku menyimak Siapkah Kau ‘Tuk Jatuh Cinta Lagi, tahun ini menyimak Pelangi. Feel-nya beda ketika menyimak keduanya, karena cerita yang dijalani seseorang kemarin dan hari ini sangat mungkin berbeda. Ada keasyikan tersendiri ketika Lanjutkan membaca

“Pelangi” dan Sajak yang Belum Selesai Ditulis (2)

Standar

Sajak yang Belum Selesai Ditulis

Beberapa bulan lalu, di tengah mengerjakan proyek freelance, beberapa ide menulis sajak datang. Sebagian sudah kurumahkan di sini. Ada satu judul sajak yang belum selesai kutulis dan masih tersimpan di laptop.

Sajak tersebut memiliki gagasan utama tentang pencarian. Pencarian dalam pola umum, maksudku gagasan itu bisa ada pada banyak jenis pencarian. Misal, pencarian akan Lanjutkan membaca

“Pelangi” dan Sajak yang Belum Selesai Ditulis (1)

Standar

“When you’re happy you enjoy the music. When you’re sad you understand the lyrics.”

Begitu tulisan post yang belum lama ini ada di fanpage tidak resmi vokalis idola, Hayley Williams. Fanpage buatan fans. Entah itu benar Hayley yang menyebut begitu atau bukan. Kamu sepakat dengan pernyataan itu? Aku sendiri antara ya dan tidak. Tapi, nge-like postingan itu juga, sih.😀

Tentang Pelangi

“Dasar umat ketinggalan info!” gumamku pada diri sendiri. Sudah lebih dari seminggu ini aku menyimak single terbaru HiVi!, Pelangi. Replay, replay, dan replay setiap hari dan baru sadar kalau vokal perempuannya berbeda setelah tadi malam adikku, yang juga ikut mendengarkan, bilang, “Kok, beda, ya, (dengan vokal perempuan sebelumnya)?” Sebelumnya kami mendengarkan Siapkah Kau ‘Tuk Jatuh Cinta Lagi. Lalu, aku browsing dan ternyata benar, Dea mengundurkan diri sejak Maret 2016 lalu. Nah, ketinggalan info sebagai penyuka lagunya.

Oke, aku memang belum pernah lihat penampilan HiVi! secara langsung. Paling jauh aku baru menyimak live-nya HiVi! dari kanal Youtube Sounds from The Corner dan langsung jatuh cinta dengan vokal-tinggi-lembut-pas-nya Dea. Kukira vokal perempuan bernada sejenis itu di Pelangi juga masih Dea. Ternyata milik penggantinya, Neida.

Tutup buku.

Tutup buku.

Di video klip Pelangi, kukira bahasa visual penutupan buku berlogo HiVi! cuma Lanjutkan membaca