Terpantik Orang-Orang Dari Masa Silam

Minggu lalu menjelang adzan isya’ mendadak seorang teman di perusahaan tempatku pertama bekerja dulu mengirim pesan japri kepadaku. Dia bilang sedang berada di gapura masuk gang menuju rumahku tinggal. Dia menanyakan apakah aku sedang berada di rumah. Jika iya maka ia akan datang ke rumah setelah mampir shalat isya’ di masjid dekat rumahku.

Aku yang sedang bersiap-siap akan pergi tidak mengiyakan pertanyaannya. Kubilang sedang pergi, karena sudah siap akan pergi bertemu teman yang kami telah janjian sebelumnya. Mengetahui keberadaannya hanya sepelemparan batu dari rumahku dan tepat saat itu aku menunda kepergian karena menunggu adzan isya’ selesai, aku memilih menemuinya tepat setelah shalat isya’. Itulah pertemuan pertama kami setelah sekitar lima-enam tahun tidak bertemu, setelah pada tahun 2016 sempat ngobrol di pesan instan dan mewacanakan pertemuan segera.

Kemarin lusa sebuah nomor yang tidak kukenal membangunkanku dari tidur pagi. Suara bapak-bapak di seberang sana. Singkat cerita, beliau adalah seseorang yang dulu menjadi rekanan kantor tempatku bekerja. Waktu itu aku sedang ditugaskan oleh di luar pulau perusahaan tempatku bekerja dan demi kelancaran pekerjaan kantorku dengan kliennya, harus ada keterlibatan dari perusahaan daerah setempat. Bapak itulah yang nomornya dulu sempat kuhubungi.

Beliau mengatakan Baca lebih lanjut

Iklan

Gerejanya di Mana?

Foto di atas kuambil sesaat setelah aku ketawa-ketawa sendiri gara-gara mendengar pertanyaan anak ini.

Sore itu dia sedang ditinggal ayah dan ibunya menjenguk tetangga yang sedang dirawat di rumah sakit. Seperti biasa kalau anak ini mau ditinggal pergi dulu sama orangtuanya dititipkan ke aku.

Karena beberapa waktu terakhir dia sedang suka >

Ivan Lanin dan Syntax Error

Ivan Lanin dalam kuliah umum Bahasa Indonesia dan Penggunaannya Zaman Saiki di Kafe Basabasi, Yogyakarta (24/3).

“Kalau mau konsisten, pelajari bahasa komputer! Itu pasti konsisten,” nasihat Ivan Lanin kepada orang-orang yang mencari kekonsistenan dalam Bahasa Indonesia. Sebelumnya ia menyebut bahwa bahasa manusia selalu mengandung Baca lebih lanjut

Ketika Penulis Bertutur

Hal sederhana tentang seorang penulis sejauh pengamatanku sebelumnya, yaitu kebiasaan dia menata logika di dalam tulisannya–yang tatanan itu sudah ada duluan di dalam kepalanya–tercermin pada kerapian tutur bicaranya. Bahkan ada penulis yang penuturannya terasa mudah dikutip dalam sekali dengar.

Kurang lebih sejak tiga minggu lalu beberapa acara yang diisi penulis buku kudatangi. Ada yang sifatnya berbagi wawasan, ada juga yang lebih bersifat pertunjukan. Namun rupanya pada salah satu acara tersebut aku menemukan penulis yang karyanya sudah banyak, hingga diterjemahkan ke bahasa asing, yang untuk bisa menangkap utuh maksudnya harus kuperhatikan betul kata demi kata yang diucapnya.

Maksud dia berbicara masih bisa terbaca arahnya ke mana. Tapi, sewaktu-waktu ada yang kurasa ucapannya Baca lebih lanjut

Gaze Merapi

Di gawai dan komputer lipatku kusimpan foto ini sebagai dokumentasi kerja dengan nama folder Gaze Merapi. Kehidupan di sekitar Gunung Merapi adalah materi gambar penting dalam rentang waktu kerja tim yang amat terbatas waktu itu. Oleh karena itulah cerahnya Merapi merupakan suatu hal yang mewah.

Gaze Merapi

Kapan Merapi cerah dan kapan Merapi tertutup awan itu susah diprediksi dengan tepat. Suatu sore pada Desember tahun lalu sempat Merapi tampak bersih dari awan jika dibandingkan dengan Baca lebih lanjut

Konser Sesuatu di Jogja dan Hujan yang Menghangat

Boleh dibilang move on dari pertunjukan seindah Konser Sesuatu di Jogja-nya Adhitia Sofyan jelang akhir tahun lalu adalah hal sulit buatku. Kalau move on itu membuatku lupa dan abai akan keindahan, mendingan nggak usah move on ajalah, haha.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Mendengarkan lagi lagu-lagu Mas Adhit pada hari-hari setelah menyaksikan Konser Sesuatu di Jogja memunculkan bayangan-bayangan akan liriknya yang sebelumnya belum pernah tebersit olehku. Misal, hujan seolah terasa sebagai sesuatu yang hangat saat Baca lebih lanjut