Eka Kurniawan Menjawab

Kuliah Umum. Begitu yang kubaca di publikasinya. Beneran kuliah umum di kafe? Tapi, ternyata tadi malam beneran ada materi kuliah umum yang dibacakan Eka Kurniawan di Kafe Basabasi, Yogyakarta. Materi Membayangkan Kembali (Kesusasteraan) Indonesia dan Dunia itu kupikir bakal ada di ekakurniawan.com, tapi sampai aku menulis ini kucari di sana belum kutemukan.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Jadilah semalam kusimak materi itu sedengarnya. Lha, gimana? Kafe Basabasi sebanyak itu yang datang dan karena konsepnya tempat kongkow, ya, isinya banyak orang pada bicara sendiri-sendiri. Sesekali tepat dari arah atas kafe terdengar suara keras pesawat melintas yang akan mendarat di Bandara Adisutjipto.

Secara langsung dari tempatku berdiri dan duduk suara Eka dari pengeras suara kurang begitu jelas terdengar seluruhnya karena suasana tersebut. Tapi, sempat kurekam jawaban-jawaban Eka di sesi tanya jawab yang dibuka sampai 3 termin pada tautan di bawah ini: Baca lebih lanjut

Iklan

Kedung Darma Romansha: Membaca Puisi Adalah Kerja Intelektual

Minggu (25/02) malam lalu aku datang di peluncuran buku puisi Kedung Darma Romansha berjudul Masa Lalu Terjatuh ke Dalam Senyumanmu di ruang seminar Taman Budaya Yogyakarta.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Banyak pembahasan menarik dalam acara diskusi tersebut yang terpantik dari interaksi para pembicara dan penanya. Di bawah ini poin-poin yang sempat kucatat dari Joko Pinurbo (Jokpin) dan Kedung Darma Romansha pada sesi ulasan dan tanya jawab.

Catatan dari sesi bicara Jokpin

Belum Waktunya Bertemu

Hampir dua bulan lalu kurang lebih, aku berdiri di tempat yang sama dengan tempatku mengambil foto-foto di bawah ini dalam rangka menunggu keindahan foto yang kuinginkan. Mengejar materi foto untuk sebuah kompetisi, juga untuk keperluan materi proyek kerja saat itu.

Langit Biru Yogya

Waktu itu berjam-jam di situ aku berdiri di situ berharap Baca lebih lanjut

Yang Fana Daftar Menu, Burjo Abadi

Ada banyak warung makan di Kota Yogya yang tadinya menyediakan burjo (bubur kacang hijau/ijo) sebagai menu andalan namun sekarang tidak lagi menyediakannya. Biasanya yang punya orang Sunda dan tampilannya khas menandakan bahwa itu warung burjo. Mie instan, gorengan, dan nasi sekarang lebih tersedia ketimbang burjo.

Beruntung aku masih bisa menemukan warung burjo yang pasti ada burjo & ketan hitamnya, seperti foto di atas yang kuambil di warung burjo tertua di Kota Yogya. Warung Murni namanya, terletak di Baca lebih lanjut